Kamis, 16 April 2026

Banda Aceh dan Aceh Besar Krisis Air Baku

Permukaan air Krueng Aceh saat memasuki minggu kedua bulan Juli ini menurun dari 3 menjadi 2 bahkan

Editor: bakri
AMINULLAH USMAN,Wali Kota Banda Aceh 

Sementara itu, biaya operasi PDAM satu bulan sekitar Rp 5 miliar. “Jadi, kalau suplai air ke rumah pelanggan macet, konsekuensinya bakal banyak pelanggan yang nunggak bayar rekening air. Ini bisa membuat PDAM kesulitan membiayai pengolahan air bersihnya,” kata Teuku Novizal.

Karena banyak pelanggan yang menunggak pembayaran rekening air PDAM, ia sarankan kepada Balai Wilayah Sungai Sumatra I Aceh segera memperbaiki bendungan karet yang koyak tersebut agar bisa berfungsi kembali.

Kategori ‘waspada’
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman MM menilai, penurunan debit air di Krueng Aceh tersebut sudah mencapai 50 persen. “Ini kami nilai sudah masuk dalam kategori ‘waspada’. Artinya setengah dari volume air baku PDAM sudah menurun, sehingga suplai air bersih kepada pelanggan jadi tak lagi maksimal,” ujarnya.

Jika kondisi ini tidak segera ditangani oleh Balai Wilayah Sungai Sumatra I Aceh, maka kondisinya bakal semakin parah dan Kota Banda Aceh serta sebagian Aceh Besar bisa mengalami krisis air bersih yang lebih parah.

Sebelum kondisi krisis air bersih di Banda Aceh dan Aceh Besar semakin parah, kata Amiullah Usman, pihak Balai Wilayah Sungai Sumatra I Aceh harus segera menambal bendungan karet yang koyak tersebut. “Ingat, krisis air bersih bisa menimbulkan keresahan bahkan gejolak di tengah masyarakat sehingga Kota Banda Aceh bisa tak lagi kondusif bagi wisatawan. Alasannya, suplai air bersih ke hotel, homestay, restoran, kafe, perkantoran, rumah penduduk, industri, dan lainnya, sudah tidak mencukupi. (her)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved