Dosen MIPA Unsam Langsa Latih Petani Tambak Buat Pelet Ikan di Aceh Timur
Kegiatan yang diketuai oleh Halimatussakdiah, S.Si, M.Sc ini diadakan di meunasah gampong setempat pada Kamis (11/7/3019).
Penulis: Seni Hendri | Editor: Yusmadi
Laporan Seni Hendri l Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI - Dosen Universitas Samudra dari Jurusan MIPA (Program Studi Kimia dan Biologi) Fakultas Teknik, melalui Hibah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Kemenristekdikti, mengadakan pelatihan pembuatan pelet ikan di Gampong Cot Muda Itam, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur.
Kegiatan yang diketuai oleh Halimatussakdiah, S.Si, M.Sc ini diadakan di meunasah gampong setempat pada Kamis (11/7/3019).
Halimatussakdiah mengatakan, program yang merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi ini merupakan suatu solusi yang ditawarkan oleh Dosen Universitas Samudra terhadap permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dalam memenuhi pakan ikan yang bernutrisi tinggi.
Gampong Cot Muda Itam, jelasnya, merupakan salah satu gampong yang terletak di daerah pesisir pantai Timur Aceh.
Profesi mayoritas penduduk disini adalah sebagai nelayan dan petani tambak.
Salah satu bentuk permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Gampong Cot Muda Itam adalah ikan atau tambak udang mereka sering terkena penyakit, hal ini disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi pada pakan ikan.
Disisi lain, penjualan ikan di pasar selalu menimbulkan limbah jeroan ikan yang dibuang tanpa pengolahan sehingga akan menggangu estetika lingkungan.
Selain itu, saat terjadi musim kelimpahan ikan, banyak ikan yang harus dibuang karena sudah membusuk.
Baca: FOTO-FOTO : Petani Tambak di Syiah Kuala, Banda Aceh
Baca: Dosen Unsam dan Unsyiah Kembangkan Inovasi Kincir Angin Bantu Petani Tambak di Aceh Timur
Baca: Unsam Perkenalkan Bata SNI
Hal ini sangat disayangkan, karena limbah ikan tersebut memiliki kandungan nutrisi yang sangat bagus untuk dimanfaatkan.
"Oleh karena itu, tim pelaksana PKM dari Universitas Samudra yang beranggotakan Yulida Amri, S.Pd, M.PKim dan Vivi Mardina, S.Si, M.Sc, memberikan pelatihan pembuatan pelet ikan dari limbah ikan yang bernutrisi tinggi dengan metode fermentasi," jelas Halimatussakdiah.
Limbah ikan terlebih dahulu dibersihkan kemudian direbus, proses perebusan ini sangat penting untuk menghilangkan bakteri yang berbahaya pada limbah ikan.
Selanjutnya limbah ikan tersebut dijemur hingga kering lalu dihaluskan hingga menjadi tepung ikan.
Tepung ikan kemudian diolah dengan menambahkan bahan-bahan lainnya seperti tepung kanji yang berfungsi sebagai perekat dan tepung jagung, tepung kedelai, serta dedak padi sebagai sumber nutrisi lainnya hingga dihasilkan adonan yang dapat dijadikan sebagai pelet ikan.
Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat petani tambak, ibu-ibu PKK dan aparat Gampong Cot Muda Itam serta dihadiri para dosen dan mahasiswa Universitas Samudra.
"Anstusiasme peserta sangat tinggi, hal ini dapat dilihat dari aktifnya peserta dalam bertanya dan keikutesertaan dalam praktik pembuatan pelet ikan," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kegiatan-yang-diketuai-oleh-halimatussakdiah-ssi-msc.jpg)