Heboh! Warga Lhoong Temukan Jejak Kaki Buaya di Tepi Sungai, Ini Imbauan Keuchik

Warga Gampong Meunasah Krueng Kala, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, dihebohkan oleh kemunculan jejak kaki serta bagian ekor buaya di pinggir sungai desa

Heboh! Warga Lhoong Temukan Jejak Kaki Buaya di Tepi Sungai, Ini Imbauan Keuchik
For Serambinews.com
Jejak kaki dan ekor buaya di pinggir sungai Krueng Laili, Gampong Meunasah Krueng Kala, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, Jumat (12/7/2019). 

Heboh! Warga Lhoong Temukan Jejak Kaki dan Buaya di Tapi Sungai, Ini Harapan Keuchik

Laporan Misran Asri I Aceh Besar 

SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Warga Gampong Meunasah Krueng Kala, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, dihebohkan oleh kemunculan jejak kaki serta bagian ekor buaya di pinggir sungai desa tersebut, Jumat (12/7/2019) pagi. 

Selain jejak kaki dan bekas ekor buaya yang tertinggal di pinggir sungai Krueng Laili, Desa Krueng Kala, keberadaan reptil bertubuh besar yang hidup di air dan mampu bertahan hidup di darat itu juga menunjukkan keberadaannya kepada sejumlah warga setempat yang rencananya akan mengais rezeki di sungai tersebut. 

Informasi itu pertama kali diperoleh Serambinews.com dari tokoh masyarakat Lhoong, Armiadi Abdullah. 

Ia pun mengarahkan agar Serambinews.com menghubungi keuchik gampong setempat. Karena, menurutnya, sejumlah pihak mulai petugas pemadam BPBD Aceh Besar sampai petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh sudah turun ke lokasi menindaklanjuti laporan warga tersebut. 

Keuchik Meunasah Krueng Kala, Hasan Basri, yang dihubungi Serambinews.com, menyebutkan jejak kaki dan ekor yang ditinggalkan hewan reptil di pinggir Krueng Laili itu seperti sebuah isyarat bahwa sungai tersebut sudah mulai dihuni hewan pemangsa. 

"Selama ini Krueng Laili, di gampong kami ini di Meunasah Krueng Kala, memang salah satu menjadk sumber bagi warga mengais rezeki," sebutnya. 

Hasan Basri menerangkan sebelumnya sungai tersebar sudah dimasuki satu buaya. Tapi, tadi pagi tampak menyusul satu ekor lagi yang tidak diketahui dari mana kedua buaya itu berasal, sehingga masuk ke sungai gampong mereka. 

Baca: Hujan Es Guyur Sejumlah Desa di Aceh Besar, Ini Penjelasan BMKG

Baca: Puluhan Guru di Aceh Dilatih Membuat Soal Prediksi Ujian Nasional

Baca: Persiraja Boyong 16 Pemain Untuk Lawan Tuan Rumah PSGC Ciamis

"Sepengetahuan kami dari dulu sungai ini aman dan tidak pernah ada terdengar ada dilihat atau berdiam buaya. Tapi, selama kurang lebih tiga minggu ini warga melihat kemunculan satu buaya serta tadi pagi disusul seekor lagi. Sepasang buaya yang telah hadir ke sungai kami juga dilihat langsung oleh sejumlah warga kami yang mencari ikan dan udang tadi malam," sebut Hasan Basri, Jumat (12/7/2019). 

Ia pun mengimbau warga untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sungai tersebut, sampai kondisi benar-benar aman. 

"Selama ini masyarakat menggantungkan rezeki di sungai itu mencari udang, ikan, serta tiram. Kami meminta warga untuk tidak ke sungai dulu, begitu juga dengan anak-anak yang tinggal di sekitar, tolong diawasi untuk tidak mendekati sungai," ungkap Hasan Basri.

Ia pun menaruh harapan besar pada petugas BPBD Aceh Besar dan BKSDA serta pihak terkait lainnya untuk memantau-mantau dan merespon permasalahan itu.

"Perihal ini juga sudah diketahui dari pihak Polsek Lhoong yang juga sudah turun ke lokasi," ujar Hasan Basri. (*)

Penulis: Misran Asri
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved