Jumat, 24 April 2026

Hujan Es Guyur Sejumlah Desa di Aceh Besar, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena hujan es melanda sejumlah gampong di dua Kecamatan di Kabupaten Aceh Besar, Jumat (12/7/2019). Pekan lalu, hujan es juga melanda sejumlah..

Penulis: Jalimin | Editor: Jalimin
Serambinews.com
Butiran es sebesar kelereng yang dikumpulkan warga saat hujan es di Kecamatan Jagong Jeget, Aceh Tengah, Minggu (7/7/2019). 

Hujan Es Guyur Sejumlah Desa di Aceh Besar, Ini Kata BMKG 

Laporan Jalimin | Aceh Besar 

SERAMBINEWS.COM, KOTA JANTHO - Fenomena hujan es melanda sejumlah gampong di dua Kecamatan di Kabupaten Aceh Besar, Jumat (12/7/2019). Akhir pekan lalu, hujan es juga melanda sejumlah kampung di Kecamatan Jagong, Kabupaten Aceh Tengah.

Informasi dihimpun Serambinews.com, hujan es seukuran kelereng itu melanda Gampong Lampisang, Kecamatan Seulimuem.

Muhammad Nasir, warga Gampong Lampisang Tunong, Kecamatan Seulimuem mengatakan, hujan es terjadi sekira pukul 16:00 WIB.

Guyuran hujan es itu terjadi saat wilayah Kecamatan Seulimuem dan Kuta Cot Glie dilanda hujan dan angin kencang.

"Hujan es berlangsung selama 10 menit. Butiran es sebesar kelereng," ujar Nasir.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui apa ada kerusakan atau tidak akibat fenomena alam langka tersebut.

Informasi lain dihimpun Serambinews.com, hujan angin yang melanda dua wilayah tersebut mengakibatkan sejumlah pohon tumbang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Besar hingga saat ini masih memantau dan mendata kerusakan di dua kecamatan itu.

“Masih dalam pendataan kami,” kata Juru Bicara BPBD Aceh Besar, Iqbal

Sementara pakar dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh menjelaskan, fenomena hujan es tersebut merupakan gejala alam yang terjadi secara alamiah.

“Hujan es ini fenomena alam yang biasa dan bisa terjadi di wilayah mana saja, tidak hanya melanda dataran tinggi seperti Aceh Tengah,” ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Blang Bintang, Zakaria pada Serambinews.com.

Baca: Setelah Wujudkan Mimpi Anak Tuna Netra, Haji Uma Disambut Isak Tangis Haru

Baca: Ketua PMI Bireuen Silaturrahmi dengan Pengurus Ranting

Baca: Puluhan Guru di Aceh Dilatih Membuat Soal Prediksi Ujian Nasional

Ia menjelaskan, ada beberapa indikasi penyebab terjadinya fenomena hidrometeorologi atau hujan es.

Salah satunya karena tumbuhnya awan comulonimbus (CB). Posisi bagian dasar awan comulonimbus sangat rendah di lapisan atmosfer bumi dengan permukaan tanah, dan lapisan paling bawah awan ini memiliki suhu udara yang sangat dingin.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved