Koreksi Target, atau ‘Aceh Hebat’ Gagal!
Pemerintah Aceh disarankan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Rencana Pembangunan Jangka
Harus transparan
Terpisah, pengamat politik dan pemerintahan, Dr Effendi Hasan MA, juga menyarankan Pemerintah Aceh agar lebih transparan dalam menyajikan data kepada publik tentang capaian pembangunan Aceh selama dua tahun.
“Data tersebut meliputi standar dan indikator capaian dan angka-angka yang ditampilkan, terutama menyangkut dengan pertumbuhan ekonomi, berhubung menurut data statistik, Aceh berada pada urutan termiskin di Sumatera dengan APBD/APBA yang jumlahnya sangat besar,” katanya Effendi.
Menurut Effendi, hal ini harus dijelaskan secara jujur dan benar ke publik, jangan hanya sekadar membuat image making (pencitraan). “Bagaimana mungkin data yang ditampilkan berbanding terbalik dengan kenyataan atau standar nasional yang memvonis Aceh sebagai daerah termiskin, dan ini perlu catatan penting bagi Pemerintah Aceh untuk mencari solusi,” kata Effendi.
Ia juga mencermati data pengangguran yang ditampilkan dan dilaporkan mengalami penurunan. Namun, dalam kenyataannya, yang kami amati belum ada kemajuan, terutama dalam hal terciptanya lapangan kerja bagi rakyat Aceh dengan adanya idustri/pabrik baru yang dibuka di Aceh selama dua tahun terakhir,” pungkasnya.
Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani mengatakan, meski pembangunan Aceh belum mencapai target RPJM Aceh 2017-2022, tapi sudah on the track ke arah positif.
Ia perkuat argumennya dengan menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Aceh naik dari 4,19% di awal periode kepemimpinan Irwandi-Nova menjadi 4,6 persen pada tahun 2918. (yos/dan)