Minggu, 12 April 2026

Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia, Seniman Serba Bisa Pencipta Keluarga Cemara

Arswendo Atmowiloto, sastrawan dan wartawan senior itu telah berpulang pada usianya yang ke-70, Jumat (19/7/2019) petang.

Editor: Faisal Zamzami
KOMPAS/ARBAIN RAMBEY
Arswendo Atmowiloto. (KOMPAS/ARBAIN RAMBEY) 

SERAMBINEWS.COM - Arswendo Atmowiloto, sastrawan dan wartawan senior itu telah berpulang pada usianya yang ke-70, Jumat (19/7/2019) petang.

Sastrawan dan wartawan Arswendo Atmowiloto meninggal dunia, Jumat (19/7/2019) pukul 17.50 WIB, di kediamannya, kawasan Petukangan Selatan, Jakarta Selatan.

Seniman sekaligus wartawan ini meninggal dunia setelah melawan sakit kanker prostat yang dideritanya.

Dikutip dari pemberitaan Wartakota, pria kelahiran 26 November 1948 ini mengidap kanker prostat sejak April 2019.

Pada 25 Juni 2019, mantan Pemimpin Redaksi majalah Hai ini dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, karena kondisinya yang memburuk.

Hal ini disampaikan oleh rekannya yang merupakan seniman teater Indonesia bernama Rudolf Puspa melalui akun Twitter-nya @rudolf_puspa.

“Arswendo 2 bulan ini terkena kanker prostat, sudah 2 kali dioperasi. Kondisinya tadi pagi drop sudah dibawa dengan ambulans ke RS Pertamina. Mohon doa ya,” tulis Rudolf, 25 Juni 2019.

Rudolf mengatakan, sahabatnya itu sudah menjalani dua rangkaian operasi untuk menyembuhkan kanker prostat yang menyerangnya.

Namun, kondisi kesehatannya justru memburuk.

Sebelumnya, penulis skenario Harry Tjahjono juga sempat mengabarkan kondisi Arswendo melalui Twitter-nya pada 15 Juni 2019.

Saat itu, fisik Arswendo nampak terbaring lemah dan lebih kurus dari biasanya.

Ia menyebut, sebulan sebelumnya Arswendo masih bisa duduk dan bercanda.

Namun, ketika dijenguk kembali, Arswendo lebih suka dalam posisi tiduran dan sesekali merespon candaan dengan menyunggingkan senyum.

Semasa hidupnya, ia sangat aktif menulis di berbagai majalah dan surat kabar, salah satunya di Harian Kompas. Tak hanya itu, ia juga menulis cerpen, novel, naskah drama hingga skenario film.

Pada tahun 1972, Arswendo menjabat sebagai pimpinan Bengkel Sastra Pusat Kesenuan Jawa Tengah.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved