Ikan Aceh Dikirim ke Jawa dan Sumatera

Angka pengiriman ikan asal Aceh ke Jawa dan beberapa kota di Sumatera terus mengalami peningkatan

Ikan Aceh Dikirim ke Jawa dan Sumatera
SERAMBI/M ANSHAR
IKAN Hiu Korea atau Rubah Laut (Alopias vulpinus) dijual di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Lampulo, Banda Aceh, Kamis (18/7). Hiu jenis ini dijual Rp 500.000 hingga Rp 600.000 per ekor. 

* Sebulan 1.000-1.500 Ton

BANDA ACEH - Angka pengiriman ikan asal Aceh ke Jawa dan beberapa kota di Sumatera terus mengalami peningkatan. Di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaradja Lampulo, Kota Banda Aceh saja setiap bulannya sekitar 1.000 ton hingga 1.500 ton berbagai jenis ikan dikirim ke luar Aceh.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Cut Yusminar kepada Serambi, Kamis (18/7), terkait banyaknya ikan dari Aceh dikirim ke Pulau Jawa. Dikatakan, untuk pengiriman ke Pulau Jawa, jumlahnya terus meningkat. “Saat ini tiap bulan lebih 100 ton ikan segar asal Lampulo dikirim ke Pulau Jawa. Permintaan akan ikan asal Aceh terus mengalami peningkatan,” ujarnya.

Tingginya permintaan itu, jelas Cut Yusminar, dapat dilihat dari daftar pengiriman ikan segar antarpulau (intersuler) yang terdapat di Stasiun Karantina Ikan Pengendali Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Aceh yang berkantor di PPS Kutaradja Lampulo. “Hampir setiap bulan ada kiriman ikan segar ke Pulau Jawa, terutama Jakarta dan Jawa Timur,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaradja Lampulo, Banda Aceh, Nurmahdi. Dijelaskan, pada Februari lalu, ada 40 ton ikan cakalang dari PPS Kutaradja Lampulo yang dikirim ke Jakarta. Bulan berikutnya jumlah pengiriman meningkat menjadi 126 ton, yaitu 101 ton ikan cakalang tujuan Jakarta dan 25 ton ikan layang-layang di kirim ke Pasuruan, Jawa Timur.

Pada bulan Mei ada tiga jenis ikan yang dikirim ke Jakarta, yaitu ikan kerapu 180 Kg, ikan tuna sirip kuning 25,7 ton dan ikan jenis mahi-mahi 1,3 ton. Bulan lalu ada empat jenis ikan yang dikirim ke Jakarta, yaitu tuna sirip kuning sebanyak 17,3 ton, mahi-mahi 670 Kg, tongkol 10 ton dan ikan layang-layang 7 ton. Sedangkan ke Jawa Timur, ikan layang-layang sebanyak 25 ton.

Selain ke Jawa, kata Nurmahdi, permintaan ikan segar asal Aceh juga juga diminati warga sejumlah Kota di Pulau Sumatera seperti Medan, Lubukpakam, Medan, Parapat, Sibolga, Tanjungbalai, Pematang Siantar, Asahan, Batubara, Jambi, Dumai, Pekanbaru, Padang, dan Palembang. “Setiap bulan lebih 1.000 ton ikan dari Lampulo dikirim ke Jawa dan Sumatera. Ikan-ikan itu dikirim oleh pedagang antarpulau,” jelasnya.

Pedagang ikan antarpulau asal Sumatera Utara, Imran kepada Serambi mengatakan, ia datang ke PPS Kutaradja Lampulo pada saat musim banyak ikan. Menurutnya, musim ikan di Aceh dimulai Februari hingga Agustus. “Saat musim ikan, harga ikan relatif murah apalagi kalau dalam jumlah banyak. Kita beli di Aceh lalu kita jual sampai ke Jawa,” jelasnya.

Diakuinya, ikan yang kita beli dari nelayan di Lampulo kualitasnya masih bagus. Ikan segar dari Aceh 60 persen untuk kebutuhan rumah makan, restoran dan hotel. Sedangkan sisanya dijual eceran di pasar ikan. “Selain murah, jenis ikan hasil tangkapan nelayan Lampulo, katanya, juga beragam. Hal itu membuat pedagang intersulair tertarik untuk membeli,” pungkasnya.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved