Kabar Gempa Besar dan Tsunami Akan Melanda Selatan Jawa Viral, Ini Penjelasan dan Pesan Ahli/BMKG
Kepala Bidang Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, mengungkapkan bahwa isu tsunami selatan jawa telah berkali-kali viral.
Namun demikian, shelter punya permasalahannya sendiri sebab hingga kini para ahli pun masih membicarakan tentang ketahanan bangunan yang diperlukan.
Shelter bisa juga lokasi yang lebih tinggi. "Jika memanfaatkan saja kondisi yang ada, maka paling tidak harus berjalan menjauhi pantai setidaknya selama 20 menit atau berlari setidaknya 10 menit, dengan asumsi itu sudah menjauhi pantai sejauh 1 kilometer," ungkap Abdul.
Baik jalur evakuasi mandiri maupun shelter tsunami sebaiknya jauh dari alur sungai. Ini karena gelombang tsunami berpotensi masuk ke sungai lewat muara.
Jika diperlukan jarak aman yang lebih, masyarakat bisa bekerjasama membuat jalur evakuasi dan shelter hingga sejauh 3 kilometer.
Kenali Karakter Tsunami
Secara geologis, Indonesia sangat kompleks. Jadi, gempa dan tsunaminya juga sangat beragam.
Gempa dan tsunami selatan Jawa bisa punya karakteristik yang berbeda dengan yang terjadi di barat Sumatera seperti pada 2004 di Aceh.
Dari sekian ragam yang mungkin terjadi, gempa dan tsunami di selatan Jawa bisa dibagi dua jenis.
Pertama adalah yang gempanya terasa. Ini seperti tsunami di Banyuwangi pada 3 Juni 1994 yang didahului gempa M 7,8 di Samudera Hindia, zona subduksi.
"Tidak berselang lama setelah gempa, wilayah pantai selatan Jawa Timur dilanda tsunami destruktif. Tsunami menimbulkan kerusakan di pantai Banyuwangi hingga Tulungagung. Jumlah korban meningal akibat tsunami ini mencapai 223 orang, 15 orang hilang," urai Daryono.
Baca: 600 Tahun Lalu Aceh Dihantam Tsunami Setara 2004
Tsunami tipe kedua adalah yang dipicu oleh gempa lamban. Seperti namanya, gempa lamban tidak terasa dan efeknya pun lama.
Gempa seperti ini pernah terjadi di Jawa pada 17 Juli 2006 dengan magnitudo 7,7 dan memicu tsunami di Pangandaran.
Tsunami Pangandaran mengagetkan karena baru selain gempanya tak terasa, gelombang tsunami baru datang 20 menit setelah guncangan.
"Penduduk desa dan ratusan orang yang sedang berlibur tak sempat menyelamatkan diri. Bencana sore itu menelan korban jiwa sebanyak 668 orang meninggal," kata Daryono.
Karena memiliki 2 tipe gempa dan tsunami, masyarakat di selatan Jawa pun juga harus punya sikap berbeda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/peta-indonesia-dan-potensi-tsunami.jpg)