Rabu, 29 April 2026

Kabar Gempa Besar dan Tsunami Akan Melanda Selatan Jawa Viral, Ini Penjelasan dan Pesan Ahli/BMKG

Kepala Bidang Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, mengungkapkan bahwa isu tsunami selatan jawa telah berkali-kali viral.

KOMPAS.COM/HENDRIK YANTO HALAWA
Berdasarkan analisis buku pemutahkhiran sumber dan peta gempa di Indonesia, gempa bumi bermagntudo 8,9 terjadi di segmen megathrust Nias Mentawai, kemungkinan besar akan diikuti tsunami. Gelombang tsunami bisa tiba di daratan Kepulaun Nias dalam hitungan kurang dari 7 menit. 

Misalnya, warga tak bisa santai hanya karena getaran gempa tak terasa sebab bisa jadi gempa yang terjadi adalah gempa lamban.

"Prinsipnya untuk selatan Jawa, jika gempa terasa baik itu lemah maupoun kuat, tetapi lebih dari 30 detik, segeralah lari menjauhi pantai sesuai jalur evakuasi yang telah ditentukan sebelumnya sebab gempa pembangkit tsunami di Jawa bisa terasa bisa tidak," ungkap Abdul.

Abdul menuturkan, secara umum warga di pesisir selatan Jawa masih memiliki waktu hingga 30 menit untuk lari melalui jalur evakuasi setelah gempa.

Bila infrastruktur seperti jalur evakuasi terbangun, besar peluang warga selamat dari tsunami.

Pahami Dengan Benar Potensi Tsunami Selatan Jawa

Informasi potensi tsunami selatan Jawa telah lama beredar. Potensi tsunami dihitung dari gempa yang mungkin terjadi, yaitu bermagnitudo hingga 8,8 di zona subduksi selatan Jawa.

Zona subduksi ini adalah pertemuan antara lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Para ahli memperkirakan potensi berdasarkan data historis tsunami dipadu dengan pemodelan.

Dari sisi sejarah, selain terjadi pada 1994 dan 2006, tsunami selatan Jawa pernah terjadi pada tahun 1840, 1857, 1921, bahkan tahun 1500-an pada era Kerajaan Mataram Islam.

"Ini bukti bahwa informasi potensi bahaya gempa yang disampaikan para ahli adalah benar bukanlah berita bohong," kata daryono seraya menegaskan bahwa yang dimaksud ilmuwan adalah "potensi" bukan "prediksi" seperti yang sering disalahpahami.

Peneliti tsunami purba dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan, potensi merujuk pada sesuatu yang mungkin terjadi tetapi belum tahu kapan.

Sementara prediksi adalah sesuatu yang hampir pasti terjadi dalam waktu dekat. Potensi berarti ancaman.

"Dari ancaman belum tentu berubah jadi bencana. (Ancaman) boleh jadi berubah bencana kalau ada aspek manusia. Artinya, menimbulkan kerugian jiwa atau harta," ujarnya.

Ketika tahu ancaman dan manusia mampu mengelolanya, boleh jadi takkan jadi bencana. Sebaliknya, seperti kasus tsunami Selat Sunda tahun 2018 lalu, gelombang tsunami yang tak begitu tinggi saja bisa merobohkan dan menewaskan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Viral Potensi Tsunami Selatan Jawa, Jangan Cuma Cemas, Lakukan Ini..."

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved