Warga Stop Pengerjaan PLTU 3-4

Para pemuda Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, Rabu (24/7), menghentikan

Warga Stop Pengerjaan PLTU 3-4
SERAMBI/SA'DUL BAHRI
Salah satu korban pemukulan Mahdi (30) godrong menghadiri pertemuan dalam proses perdamaian dengan pihak perusahaan yang berlangsung di Balai Dayah Istiqamatul Khairat, Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, Rabu (24/7). 

* Protes Pemukulan Warga di Lokasi Proyek

SUKA MAKMUE – Para pemuda Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, Rabu (24/7), menghentikan aktivitas proyek pengerjaan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan 3-4 di desa setempat yang diduga dikerjakan PT Perdana Dinamika Persada (PT PDP). Aksi ini dipicu pemukulan terhadap dua warga Suak Puntong yang dilakukan oleh seorang preman pada Selasa (23/7) kemarin, dalam lingkungan perusahaan itu, sehingga menyebabkan warga geram karena merasa diremehkan.

Warga yang menjadi korban pemukulan di lokasi proyek PLTU 3-4 itu masing-masing adalah, Mahdi (30), mengalami bocor di kepala, dan Habli (25), mengalami patah tangan. Kedua warga Suak Puntong tersebut sempat dilarikan ke RSUD Sultan Iskandar Muda (SIM) Nagan Raya untuk mendapatkan penanganan medis.

Informasi yang dihimpun Serambi menyebutkan, peristiwa pemukulan itu terjadi saat keduanya mengajukan penawaran terkait masalah proyek penimbunan tanah. Entah kenapa, kemudian kedua warga tersebut terlibat cek cok di lokasi hingga berujung pemukulan yang dilakukan oleh BL cs yang merupakan petugas keamanan di perusahaan itu.

Ketua Pemuda Suak Puntong, Bahagia kepada Serambi, Rabu (24/7), mengatakan, kejadian itu berawal saat Mahdi dan Habli hendak mengajukan penawaran pemasokan tanah timbunan ke PT Perdana Dinamika Persada (PT PDP) yang mengerjakan proyek pembangunan PLTU 3-4. Saat keduanya membicarakan penawaran tersebut, salah satu preman setempat langsung mengebrak meja dan akhirnya terjadi pemukulan yang menyebabkan dua warga Suak Puntong menjadi korban.

Mengetahui hal tersebut, warga langsung mendatangi lokasi pembangunan PLTU untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya. Sedangkan BL cs langsung meninggalkan lokasi proyek guna menghindari aksi balasan dari warga.

Terkait kasus pemukulan, pihak keluarga korban mengaku telah melaporkan kejadian itu ke Mapolres Nagan Raya. Sedangkan ekses aksi pemukulan itu, Rabu kemarin, membuat para warga marah dan mengambil sikap menghentikan aktivitas perusahaan itu sebelum adanya perdamaian dan tindakan hukum terhadap pelaku pemukulan. Sejak Selasa hingga Rabu sore, warga terus mengawasi lokasi proyek pembangan PLTU 3-4 untuk memastikan tidak aktivitas apa pun di tempat itu.

“Kami berharap kepada pihak kepolisian untuk segera menindak pelaku pemukulan terhadap warga kami sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Dengan pihak perusahaan kami akan damai, akan tetapi terkait dengan pelaku pemukulan, kami tidak bisa damai dulu sebelum adanya proses hukum,” tukas Tgk M Alwi Alwaliya, Pimpinan Dayah Istiqamatul Khairat dalam perundingan perdamaian antara warga dengan pihak perusahaan yang digelar di dayah setempat.

Mendengar hal itu, Perwakilan PT PDP, Adi Irwansyah dalam pertemuan tersebut menyatakan, pihaknya siap mengikuti ketentuan dan tuntutan warga. Menurut Adi, pihak perusahaan menyerahkan sepenuhnya proses damai kepada Pimpinan Dayah Istiqamatul Khairat. “Kami ikut bagaimana baiknya dengan harapan proses pengerjaan PLTU jangan terganggu. Kami siap memenuhi permintaan warga,” ujar Adi.

“Menyangkut dengan pelaku pemukulan, sudah saya putuskan tidak boleh lagi masuk ke perusahaan kita. Namun yang saya minta, izinkan aktivitas pengerjaan pembangunan PLTU kembali berlanjut jangan dihentikan karena akan berdampak buruk untuk kami,” pinta Adi Irwansyah dalam pertemuan dengan warga di Dayah Istiqamatul Khairat.

Sementara itu, Kapolres Nagan Raya, AKBP Giyarto membenarkan, adanya peristiwa pemukulan terhadap dua warga Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir yang dilakukan oleh BL cs pada Selasa (23/7) kemarin, di lokasi pembangunan PLTU 3-4. Terkait dengan kejadian itu, Kapolres mengaku, pihaknya sudah menerima laporan dari kedua korban. “Menyangkut dengan teknis (tindak lanjut penanganan kasus pemukulan), tolong hubungi Kasat Reskrim,” ujar AKBP Giyarto.

Hanya saja, Kasat Reskrim Polres Nagan Raya, AKP Boby Putra Ramadhan Sebayang yang berusaha dihubungi Serambi, Rabu (24/7), belum bisa tersambung hingga berita ini dilansir.(c45)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved