Lomba Permainan Tradisional

Ratusan Anak Ikut Lomba Permainan Tradisional, Tarek Situek hingga Engklek

Ratusan anak, yang merupakan pelajar dari Banda Aceh diajak kembali bermain permainan tradisional.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Yusmadi
For Serambinews.com
Ratusan anak, yang merupakan pelajar dari Banda Aceh diajak kembali bermain permainan tradisional. 

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Ratusan anak, yang merupakan pelajar dari Banda Aceh diajak kembali bermain permainan tradisional.

Kegiatan itu merupakan bagian dari Festival Permainan Tradisional Anak (FPTA) se-Kota Banda Aceh. 

Kegiatan yang sudah menjadi agenda rutin setiap tahun itu diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Aceh, Sabtu (27/8/2019) di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh. 

Berita terkait

Tarek Situek dan Lomba Gendong Meriahkan Sabang

Kameng Kap Situek

MTQ Suka Makmur Dimeriahkan Tarian Tradisional

Beberapa permainan tradisional yang dimainkan yaitu Tarek Situek Massal, Geunteut (Engrang), Ingke (Engklek), Galah (Hadang), Tarek Talo (Tarik Tambang) dan Catoe Rimueng (Catur Aceh). selain itu, di lokasi yang sama juga diadakan workshop Geulayang (Layangan), Gaseng (gasing), dan Seurembang (keong).

Kepala BPNB Aceh, Irini Dewi Wanti mengatakan, festival permainan tradisional itu dilaksanakan untuk melestarikan permainan trasional yang saat semakin jarang dimainkan.

Selain juga mengajarkan nilai-nilai kearifan budaya lokal dalam permainan itu, karena permainan tradisional mengajarkan kerja sama, gotong royong, kekompakan, hingga kepemimpinan.

Berita terkait

Ini Lokasi Perlombaan Cabang MTR Nagan Raya

Ratusan Mahasiswa Ikut Perlombaan FKU

Turis Peserta Yacht Ikut Perlombaan Rakyat

Kata Rini, festival  tahun ini berbeda pelaksanaan dengan yang tahun sebelumnya. Karena sebelumnya peserta bertanding mewakili gugus, kali ini mereka mewakili kecamatannya masing-masing.

Sementara Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman mengapresiasi  BPNB Aceh yang menginisiasi kegiatan yang menurutnya sangat bermanfaat.

"Ini salah satu upaya konkret untuk melestarikan budaya nusantara, warisan endatu kita," katanya seraya mengajak warga kota untuk ikut melestarikan permainan tradisional.

Katanya, di era yang semakin modern saat ini semakin banyak pula permainan-permainan yang sangat canggih dan didukung dengan teknologi tinggi.

Berita ragam perlombaan

Murid SD di Pidie Ikut Lomba FLS2N

Pelajar SD dan SMP di Langsa Ikuti Lomba Melukis Mangrove

Lhong Raya Banda Aceh Juara I Lomba Desa Se-Aceh Tahun 2019, Dapat Hadiah Rp 100 Juta

"Maka tak heran jika anak-anak sekarang tidak mengenal beragam permainan tradisional," ujarnya.

"Bukannya menolak kemajuan teknologi, namun kita perlu menyadari itu tidak seluruhnya membawa dampak positif bagi tumbuh kembang anak, dan hal ini tentu cukup mengkhawatirkan bagi kita selaku orangtua," katanya lagi.

Masih menurut wali kota, aneka permainan modern baik online maupun offline secara tidak sadar membentuk karakter anak yang sulit  bersosialiasi dengan lingkungan. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved