Jejak Sang Legenda
Kisah PMTOH, Bus Aceh Pertama yang Trayeknya Tembus ke Pulau Jawa (Bagian 1)
Pilihan buka trayek ke Jakarta sampai Solo dan Yogyakarta, kata Jumadi, bukan tanpa alasan.
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Ansari Hasyim
"Waktu itu kita menangkap peluang bisnis, melayani kebutuhan transportasi bagi para transmigran dari Aceh Tengah, Aceh Barat, dan beberapa wilayah transmigrasi lainnya di Aceh yang pulang ke Jawa, kampung halaman mereka," ujarnya.
Para transmigran yang sudah sukses di Aceh, mau pulang menjenguk kampung halaman.
Mereka membutuhkan sarana angkutan.
"Potensi bisnisnya besar, lalu ayah saya inisiatif buka trayek ke Jawa," cerita Jumadi Hamid.
Para transmigran yang pulang kampung bersama keluarga, juga membawa serta hasil perkebunan mereka seperti kopi dan tanaman lainnya.
"Seperti dari Aceh Tengah, kan penghasil kopi. Tapi waktu itu tidak dibawa dalam jumlah besar, tapi sebagai buah tangan saja," kata Jumadi yang memilih bermukim di Medan.
Jumadi hamid adalah generasi ketiga pewaris PMTOH.
Generasi pertama sang kakek M Hasan, pendiri PMTOH.
Generasi kedua Abdul Hamid, putra dari M Hasan.
Dan saat ini beralih ke generasi Jumadi yang akrab disapa Pak Adi.
Pada era 86-an sampai 2000-an, PMTOH ikut menikmati masa jaya.
PMTOH punya kantor sepanjang Sumatra bahkan pernah menembus Bali.
Tapi zaman berubah.
Transportasi darat ditinggalkan pelanggan, dan beralih ke transportasi udara.
Maskapai penerbangan menyediakan tiket murah.
