Jejak Sang Legenda
Kisah PMTOH, Bus Asal Aceh yang Sering Dikenal dengan Sebutan
Publik delama ini henya mengetahui bahwa PMTOH singkatan Perusahaan Motor Transport Ondernemer Hasan.
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Ansari Hasyim
Jumadi Hamid menceritakan, ia dilarang ayahnya menolak penumpang yang tak ada ongkos atau yang tak cukup ongkos.
"Dulu saya protes, prihal kebijakan ini. Tapi saya kemudian mengerti. Dan sekarang giliran saya diprotes anak saya, sebab meneruskan kebijakan ayah saya. Semoga kelak anak saya juga akan mengerti," ujar Jumadi Hamid.
Ia tidak menampik, ada kalangan masyarakat menjuluki PMTOH sebagai bus perjuangan.
"Mungkin karena peran sosial seperti itu tadi. Tapi itu terserah kepada masyarakat saja," ujar Jumadi.
Saat ini PMTOH memiliki 50 unit armada.
Berita Seleb
Pamer Lamborghini dan Barang Mewah di Medsos, Selebgram Ini Ditangkap atas Dugaan Pencucian Uang
Raffi Ahmad Jadi Salah Satu Selebriti Paling Kaya, Pada Awal Karir Honor yang Didapat Rp 500 Ribu
Cantiknya Gadis Aceh Ini Bak Boneka, Kini Jadi Selebgram dan Banjir Endorse
Jauh di bawah perusahaan bus lainnya yang ada di Aceh.
"Tapi kami pelan-pelan menyesuaikan diri. Beli bus baru seharga 2-3 miliar, sulit bagi kami menutupinya apabila mengandalkan penumpang," ujar Jumadi.
Ia berharap ekonomi Aceh bisa meningkat naik.
Sehingga mendorong kemajuan angkutan darat.
"Dulu saat era industri Aceh Utara, sehari bisa 30 bus ke Medan. Sekarang sepi. Semoga ekonomi Aceh bergerak lagi, dan itu harus diusahakan secara bersama," katanya.(*)