Breaking News:

MPU Aceh Haramkan Games PUBG, Begini Respon Menkominfo Rudiantara Saat Berada di Banda Aceh

Ketua MPU Aceh, Prof Dr Tgk H Muslim Ibrahim MA kepada Serambinews.com mengatakan bahwa pengharaman game tersebut berdasarkan empat hal

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar memakaikan kerawang Gayo kepada Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI, Rudiantara yang disaksikan oleh Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Wakil Bupati Aceh Barat Daya, Muslizar MT usai penandatanganan MoU antara Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tengah serta Pemkab Abdya dengan Asosiasi Penyelenggaran Jasa Internet Indonesia (APJII), di Balai Kota Banda Aceh, Selasa (30/7). 

“Kami sudah melakukan kajian mendalam menurut fikih Islam, informasi teknologi, dan psikologi.

Baca: Pria Mati Hidup Lagi Bikin Kesal, Warga Sampai Tinggalkan Pekerjaannya, Kuburan Juga Ditutup Lagi

Semua sepakat bahwa game ini dapat bermuara pada kriminalitas, krisis moral dan psikologi, serta sangat meresahkan masyarakat.

Jadi, MPU Aceh menetapkan game PUBG dan sejenisnya haram,” kata Prof Muslim.

Menanggapi fatwa MPU Aceh terhadap game PUBG dan sejenisnya tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara yang sedang berada di Banda Aceh tidak dengan tegas mengatakan sepakat dengan fatwa tersebut.

Menteri yang juga gemar bermain game Mobile Legends itu mengatakan aturan yang dikeluarkan harus melihat secara umum.

“Bukan karena saya main Mobile Legends, tapi karena kita melihatnya untuk Indonesia secara keseluruhan,” katanya saat menghadiri acara di Balai Kota Banda Aceh.

Baca: Situs Game PUBG Harus Segera Diblokir

Dia sepakat jika ada orang yang berlebihan (kecanduan) dalam bermain game itu tidak baik.

“Kita harus bedakan, di Islam sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Makanpun kalau kita kekenyangan tidak baik sebenarnya,” ujar dia.

Tapi Rudiantara tidak sepakat jika karena bermain game, adanya pemberlakuan hukuman yang merugikan orang tersebut.

“Kalau tujuannya agar tidak kecanduan game baik, tadi malam saya ngobrol ada perguruan tinggi mengatakan sampai drop out (DO), itu tidak boleh,” kata Menkominfo.

Menurut Rudiantara, melalui game bisa meningkatkan prestasi di bidang olahraga.

“Karena game ini menjadi ajang prestasi di sport. Karena di Asean Games 2022 itu dipertandingkan, siapa tahu gamersnya dari Aceh,” tandasnya.(*)

Baca: Wakil Ketua DPRA Minta Polisi Usut Tuntas Insiden Kebakaran Rumah Wartawan Serambi

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved