Breaking News:

Berita Bireuen

Abrasi Krueng Peusangan Semakin Parah,Jarak Sungai dan Jalan Tinggal 4 Meter Lagi

Permukaan sungai meluas karena abrasi. Jarak badan jalan utama kecamatan itu tersisa sekitar 4 meter lagi dari sungai.

SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
Abrasi Krueng Peusangan, Bireuen di kawasan Desa Teupin Raya semakin luas dan perlu ditangani segera. 

Abrasi Krueng Peusangan Semakin Parah,Jarak Sungai dan Jalan Tinggal 4 Meter Lagi

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM - Abrasi Krueng Peusangan mulai dari Desa Pante Karya, Kubu, Awe Geutah, Teupin Raya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng tembus ke Kulu Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, semakin parah.

Beberapa hektare kebun warga sudah amblas, satu bangunan mesin pompa air sudah amblas ke sungai.

Kondisi abrasi terparah di kawasan Desa Teupin Raya, sepanjang 300 meter lebih sudah amblas.

Permukaan sungai meluas karena abrasi. Jarak badan jalan utama kecamatan itu tersisa sekitar 4 meter lagi dari sungai.

Bila tidak diantisipasi segera kemungkinan badan jalan ikut amblas.

“Dulunya, jalan dengan bibir sungai berjarak sekitar 10 meter lebih, sekarang tersisa sekitar 4 meter,” kata Keuchik Teupin Raya, Fadli Nurdin kepada Serambinews.com, Jumat (02/08/2019) kemarin.

BACA JUGA BERITA POPULER

Baca: Hari Ini Irwandi Ulang Tahun, Darwati dan Steffy Posting Foto Bersama Tgk Agam

Baca: Bicaranya Terbata-bata hingga Berusaha Ucap Salam Dituntun Istri, Ini Video Terakhir Agung Hercules

Baca: 8 Fakta Warga Aceh Timur Tewas Diterkam Buaya, Korban Diseret dan Jasadnya Ditemukan di Mulut Buaya

Fadli yang didampingi Pendamping Lokal Desa (PLD) Junaidi mengatakan, beberapa bulan lalu tim servei sudah turun melihat secara dekat
kondisi abrasi, informasinya dikerjakan tahun ini.

Namun hingga sekarang belum diperoleh kepastian apakah ditangani tahun ini atau tidak.

Keuchik menambahkan, masyarakat Teupin Raya dan sejumlah desa lainnya yang berdekatan dengan Krueng Peusangan mengharapkan kerusakan tebing segera dilakukan mengingat dalam waktu dekat memasuki musim penghujan.

“Kalau ditangani sekarang lebih muda, saat musim hujan penanganan akan lebih sulit,” ujarnya.

Baca: Heboh, Pos Satpam Rumah Menteri Susi Dilempar Batu Oleh Orang Tak Dikenal

Baca: Terungkap di Pengadilan Militer, Ini Cerita Lengkap Prada DP Pelaku Mutilasi Fera Oktaria

Baca: Paskibra Calon Pembawa Baki 17 Agustus Meninggal, Ini Faktanya: Dugaan Dipelonco hingga Tulis Diary

Ditambahkan keuchik, penanangan dengan memasang batu bronjong di sepanjang sungai yang rusak sebagai pencegah meluasnya abrasi.

Lokasi penanganan yang perlu disegerakan adalah kawasan Teupin Raya karena tingkat kerusakan lebih parah, kemudian pada titik lainnya juga rusak parah perlu ditangani juga.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved