Tafakur

Urgensi Berkurban

Barang siapa mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berkurban, maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami

Urgensi Berkurban
IST
Jarjani Usman

Oleh: Jarjani Usman

“Barang siapa mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berkurban, maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami.” (HR. Ahmad & Ibnu Majah)

Sebagaimana kata pepatah, bila ada kemauan, akan ada jalan.  Demikian juga dengan berkurban pada Idul Adha, bila sudah memiliki kemauan yang kuat untuk berkurban, insyaallah akan mampu diwujudkan. Apalagi Allah akan membantu hamba-hamba-Nya yang ingin menunjukkan ketaatan kepada-Nya. Makanya tidak mengherankan, orang-orang miskin pun sanggup berkurban.  Apalagi berkurban ibarat menggunakan modal sedikit, demi memperoleh keuntungan yang banyak sekali.

Berkurban akan memperoleh cinta Allah, pahala berlimpah, dan lain-lain. Memperoleh cinta Allah sangat didambakan oleh setiap insan, walaupun tak semua orang mengetahuinya.  Ada juga yang mengetahuinya, tetapi tidak mampu membentuk keyakinan yang kuat di hatinya. Padahal, seseorang yang sudah memperoleh cinta Allah, maka dijamin akan memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.

Makanya berkurban adalah sesuatu yang urgen, penting dilaksanakan setiap orang beriman. Wajar bila Rasulullah saw sangat menganjurkannya, karena beliau sangat berharap umatnya memperoleh kebaikan yang banyak.      

Namun, sejarah kehidupan anak manusia telah membuktikan bahwa berkurban itu perlu dengan niat dan harta yang suci. Seperti anak Nabi Adam, yaitu Qabil yang ditolak kurbannya karena ketidaksucian niatnya. Hal ini bisa bermakna bahwa berkurban bisa mengajak diri kita untuk senantiasa hidup di jalan Allah.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved