Tafakur
Benarkah Baju Bekas Dijadikan Lap Bisa Menyempitkan Rezeki? Ini Penjelasan Buya Yahya
Anggapan bahwa menggunakan pakaian bekas untuk dijadikan kain lap dapat menyempitkan rezeki masih sering beredar di tengah masyarakat.
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nur Nihayati
Benarkah Baju Bekas Dijadikan Lap Bisa Menyempitkan Rezeki? Ini Penjelasan Buya Yahya
SERAMBINEWS.COM- Anggapan bahwa menggunakan pakaian bekas untuk dijadikan kain lap dapat menyempitkan rezeki masih sering beredar di tengah masyarakat.
Sebagian orang mengaitkannya dengan istilah “pamali” atau pantangan tertentu yang diyakini bisa membawa dampak buruk dalam kehidupan.
Menanggapi hal tersebut, Buya Yahya, memberikan penjelasan yang lebih mendalam dan meluruskan pemahaman yang keliru.
Dalam sebuah tayangan di kanal YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menegaskan bahwa yang sebenarnya dapat menyempitkan rezeki bukanlah penggunaan baju bekas sebagai lap, melainkan sikap menyia-nyiakan nikmat dan karunia yang telah diberikan Allah SWT.
Baca juga: Amalan Sebelum Tidur ala Buya Yahya, Dibaca Nabi untuk Cucunya: Insyaallah Terlindung dari Gangguan
Menurutnya, rezeki akan menjadi sempit apabila seseorang tidak bersyukur dan meremehkan pemberian Allah.
Buya Yahya menjelaskan, apabila pakaian masih layak pakai, seharusnya tidak langsung dijadikan lap atau pel.
Baju yang masih bagus lebih baik diberikan kepada orang lain yang membutuhkan.
Dengan cara tersebut, seseorang justru menumbuhkan rasa syukur dan kepedulian sosial, yang pada akhirnya bisa menjadi sebab bertambahnya keberkahan rezeki.
Namun, jika pakaian sudah benar-benar rusak, robek, atau tidak memungkinkan untuk dipakai kembali, maka tidak ada larangan untuk memanfaatkannya sebagai kain lap, keset, atau keperluan rumah tangga lainnya.
Hal tersebut justru termasuk bentuk pemanfaatan barang agar tidak terbuang sia-sia.
Baca juga: Hukum Pesta Kembang Api Tahun Baru Menurut Islam, Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad dan Buya Yahya
Buya Yahya juga menyoroti pentingnya pembiasaan yang baik, terutama di lingkungan keluarga. Ia mengingatkan bahwa anak-anak cenderung meniru apa yang mereka lihat dari orang tuanya.
Jika anak melihat pakaian yang masih bagus sering dijadikan lap, maka dikhawatirkan kebiasaan tersebut akan terbawa hingga dewasa dan membuat mereka mudah menyia-nyiakan rezeki.
Selain itu, Buya Yahya memberikan catatan khusus terkait pemberian pakaian bekas kepada orang lain.
Ia mengingatkan agar pakaian yang dihadiahkan tetap memperhatikan nilai kepantasan dan syariat, khususnya bagi pakaian yang tidak menutup aurat.
Baca juga: Apa Hukum Mengucapkan Selamat Natal bagi Muslim? Ini Penjelasan Buya Yahya : Bukan Masalah Toleransi
Buya Yahya
Baju Bekas
Benarkah Baju Bekas Dijadikan Lap Bisa Menyempitka
tafakur
Serambinews
Serambi Indonesia
| Kapan Malam Lailatul Qadar Sebenarnya? Simak Penjelasan Ustaz Abdul Somad |
|
|---|
| Niat Puasa Harus Dilafalkan atau Cukup di Hati? Begini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat |
|
|---|
| Benarkah Wajib Mandi Keramas Sebelum Puasa? Begini Niat dan Tata Caranya! |
|
|---|
| Ustaz Adi Hidayat: Bencana Bukan Sekadar Alam, Tapi Cermin Rusaknya Perilaku Manusia |
|
|---|
| Apakah Puasa Rajab Bid'ah? Ini Penjelasan Ulama Empat Mazhab Menurut Buya Yahya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Buya-Yahya-782025.jpg)