Breaking News:

Transportasi

Malam Ini, Kapal Berbendera Panama 8000 DWT Berlabuh di Calang, YARA Pertanyakan Soal Kelayakan

Kapal yang mebawa ribuan tiang pancang yang akan diangkut ke lokasi pembangunan PLTU 4 dan 5 Nagan Raya tersebut akan berada di kawasan pelabuhan Cal

Penulis: Riski Bintang | Editor: Ansari Hasyim
Malam Ini, Kapal Berbendera Panama 8000 DWT Berlabuh di Calang, YARA Pertanyakan Soal Kelayakan
SERAMBI/SA'DUL BAHRI
Rombongan bupati Aceh Jaya, Ir Azhar Abdurrahman menjadi penumpang Kapal Perintis Mintra Samudra I Aceh Jaya saat melakukan uji coba pada acara peresmian pelepasan pelayaran perdana di pelabuhan Calang, Desa Lhok Kubu, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya, Jumat (17/1).SERAMBI/SA'DUL BAHRI

 

Laporan Riski Bintang I Aceh Jaya

SERAMBINEWS.COM, CALANG - Kapal CV SEIYO SPIRIT berbendera Panama yang berasal dari Pelabuhan Bayuquan, China dikabarkan akan berlabuh di Pelabuhan Calang, yang berada di Desa Bahagia, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya, Sabtu (3/8) malam ini.

Kapal yang mebawa ribuan tiang pancang yang akan diangkut ke lokasi pembangunan PLTU 4 dan 5 Nagan Raya tersebut akan berada di kawasan pelabuhan Calang pada pukul 19.20 WIB.

Kedatangan kapal besar berbendera Panama tersebut dibenarkan oleh staf Syahbandar pelabuhan Calang, Nailan.

Ia menyampaikan rencananya kapal yang diperkirakan mencapai berat 8000 DWT tersebut akan berlabuh terlebih dahulu sebelum bersandar dan melakukan bongkar muat di pelabuhan tersebut.

“Informasinya malam ini, enggak sandar, tapi labuh dulu, karena harus menjalani empat kali pemeriksaan, dari Bea Cukai, Karantina, Imigrasi dan dari Syahbandar, jadi baru sandar setelah itu semua dilakukan,” jelasnya.

Ia juga membenarkan jika kapal yang berasal dari China tersebut, membawa tiang pancang milik PLTU 4 dan 5 yang sedang di Bangun di Nagan Raya.

Baca: Haji Uma Punya Kenangan tak Terlupakan dengan Ayah Doe Sutradara Eumpang Breuh, Ini Ceritanya

Baca: Warga Minta Pemerintah Segera Tutup Semburan Gas di Peureulak Timur

Baca: Cerita Sedih Gadis Miskin di Pidie, Jalani Operasi Tujuh Kali, Kini Pasrah tak Ada Biaya

Nailan menyampaikan ini merupakan kapal besar milik luar negeri pertama yang akan berlabuh di kawasan Pelabuhan Calang.

“Ini kapal besar luar negeri pertama yang berlabuh, jadi beratnya itu 8.000 sedangkan kapasitas kita 5.000, tapi itu tidak masalah karena kita menyesuaikan dengan kondisi laut, jika kondisi laut baik kita akan sandarkan, jika tidak maka akan kita bongkar dengan kapal kecil,” tungkasnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved