Jumat, 15 Mei 2026

Kebakaran di Lhoseumawe

Dinsos Lhokseumawe Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran

"Selain itu juga telah disalurkan bantuan masa panik oleh Dinas Sosial Lhokseumawe. Bantuan berupa sembako dan sejumlah pakaian," katanya.

Tayang:
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Mursal Ismail
Serambi
Pemko Lhokseumawe menyalurkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran di Desa Paloh Punti, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Senin (5/8/2019). SERAMBINEWS.COM/SAIFUL BAHRI 

"Selain itu juga telah disalurkan bantuan masa panik oleh Dinas Sosial Lhokseumawe. Bantuan berupa sembako dan sejumlah pakaian," katanya.

Dinsos Lhokseumawe Salurkan Bantuan Masa Panik

     untuk Korban Kebakaran di Lhokseumawe 

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Dinas Sosial (Dinsos) Lhokseumawe sudah menyalurkan bantuan masa panik untuk korban kebakaran rumah di Desa Paloh Punti, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, terbakar, Senin (5/8/2019) sekitar pukul 04.30 WIB.

Seperti diketahui, satu rumah berdinding tepas di Desa Paloh Punti, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, terbakar, Senin (5/8/2019) sekitar pukul 04.30 WIB.

Juliana (35) beserta ketiga anaknya yang masih kecil selamat dari kobaran api.

Ketiga anaknya, yakni Mauliza Sadila (11), Aswadi (10), dan Putri Syakila (2). Sedangkan suaminya Samsul Bahri, saat kejadian sedang bekerja di kawasan Araselo Sawang, Aceh Utara.

Baca: Kebakaran di Lhokseumawe Akibat Korslet Listrik, Kerugian Capai Rp 30 Juta

Baca: Barcelona Terancam Kena Sanksi FIFA dan Kehilangan Uang Rp 1,2 Triliun, Gara-gara Email Ini Bocor

Baca: Pengadaan Jas Adat Daerah untuk MTQ Aceh Kuras Dana Rp 603, 9 Juta

Ketua Tagana Lhokseumawe, Samsul Bahri, menyebutkan, setelah mendapatkan laporan, pihaknya langsung turun ke lokasi, sehingga terdata ada lima jiwa yang harus mengungsi.

Pihaknya pun langsung membangun tenda darurat di bekas lahan rumah yang terbakar. "Selain itu juga telah disalurkan bantuan masa panik oleh Dinas Sosial Lhokseumawe. Bantuan berupa sembako dan sejumlah pakaian," katanya.

Sebagaimana diketahui, akibat kebakaran ini, rumah berdinding tepas dan beratap rumbia ludes terbakar. Tidak ada satu pun harta benda yang berhasil diselamatkan.

Hasil penyidikan awal pihak kepolisian, kebakaran diduga akibat korsleting listrik.

Juliana menceritakan, kala itu dia tidur bersama tiga anaknya, yakni Mauliza Sadila (11), Aswadi (10), dan Putri Syakila (2). Sedangkan suaminya sedang bekerja di Aceh Utara.

Pada saat terjadi kebakaran, dia dan anaknya sedang pulas tertidur.

Tiba-tiba dia merasa gerah dan hendak bangun untuk minum.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved