India Pilih Sabang, Untuk Pembangunan Rumah Sakit
Pemerintah Republik India sepertinya serius untuk berinvestasi di Aceh, negara Bollywood ini sudah sejak lama melirik dan memilih Sabang...
BANDA ACEH - Pemerintah Republik India sepertinya serius untuk berinvestasi di Aceh. Bahkan, negara Bollywood ini sudah sejak lama melirik dan memilih Sabang untuk menanamkan kapital atau investasi mereka.
Keinginan tersebut disampaikan oleh Duta Besar India untuk Indonesia, Pradeep Kumar Rawat kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah di rumah dinas Wakil Gubernur Aceh di Banda Aceh, Senin (5/8).
Dubes Rawat bersama Konsul Jenderal (Konjen) India, Raghu Gururaj, dan rombongan sengaja datang ke Banda Aceh untuk membicarakan hal tersebut.
Kedatangan mereka disambut hangat oleh Nova Iriansyah dan jajaran kepala Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA). Pertemuan berlangsung terbuka selama hampir tiga jam, membahas berbagai rencana kerja sama antara India dan Aceh.
Salah satu yang akan dilakukan Pemerintah India adalah membangun sebuah rumah sakit dengan Perjanjian Bangun Guna Serah atau Build Operate Transfer (BOT). Artinya, India akan berinvestasi penuh untuk membangun rumah sakit, mulai dari bangunan, tim medis, hingga pengelolaannya.
Karena sifatnya BOT, India akan membuat agreement atau persetujuan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Aceh terkait dengan tenggat waktu pengelolaannya. Setelah tenggat waktu nanti selesai, maka rumah sakit akan diserahkan 100 persen kepada Pemerintah Aceh untuk dikelola secara mandiri. Untuk kepentingan itu lah, India memilih Sabang.
Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, awalnya sempat menawarkan kepada Dubes Rawat untuk berinvestasi dalam pembangunan lanjutan Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUZA) yang merupakan proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), dengan nilai mencapai Rp 1,7 triliun.
Namun sang Dubes tetap ngotot ingin membangun rumah sakit di Sabang. Rawat bahkan mengagendakan ingin melancong ke Sabang pada Selasa (6/8) hari ini untuk melihat-lihat lokasi rencana pembangunan rumah sakit tersebut. Pihaknya juga akan melakukan pembicaraan lebih lanjut terkait persoalan lahan dan perjanjian lainnya dengan Badan Pengusaha Kawasan Sabang (BPKS) dan Pemerintah Kota Sabang.
"Ini adalah project yang penting. Kami sudah melakukan diskusi mendalam tentang hal itu dan saya harap ketika saya ke Sabang besok (hari ini), kami akan mendiskusikan hal ini lagi," kata Pradeep Kumar Rawat.
Dia menjelaskan bahwa investasi yang segera diwujudkan itu akan bermanfaat untuk masyarakat Aceh dan Indonesia pada umumnya. Dubes Rawat berharap proyeksi ini menjadi prioritas kedua negara. Dia pun berkeyakinan India akan mudah melakukan investasi di Aceh.
"Kita yakin bisa membangun rumah sakit. Kita punya teknologi yang bagus, alat yang canggih, dan seperti yang telah dijelaskan Bapak Gubernur, bahwa layanan kesehatan di India mempunyai kualitas yang tinggi dengan harga yang terjangkau. Kami harap kerja sama ini akan bermanfaat bagi orang Aceh dan Indonesia," jelasnya.
Menurut Rawat, penanaman kapital India di Aceh bisa berjalan dengan baik, apalagi ini bukan kali pertama India membangun kerja sama dengan Pemerintah Indonesia, termasuk Aceh. Ditambah lagi, antara India dengan Aceh memiliki kesamaan dari segi kultur dan sejarah.
"Kerja sama antara Aceh dan India harus bagus, karena India sangat dekat dengan Aceh di bidang pekerjaan dan hubungan sejarah. Seperti yang disebutkan oleh Bapak Gubernur, terkadang ketika orang India ke Aceh dia seperti orang Aceh dan juga sebaliknya," ujar Rawat.
Pertemuan kemarin berlangsung cukup akrab. Dubes Pradeep Kumar Rawat juga mencicipi kue khas Aceh dan menikmati secangkir kopi arabika. Di akhir pertemuan, Dubes dan Plt Gubernur juga saling bertukar cenderamata yang merupakan simbol India dan Aceh.
Dalam pertemuan itu turut hadir Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh, Makmur Budiman, dan Wakilnya, Muhammad Mada. Hadir pula Staf Khusus Gubernur Aceh, Ir Iskandar MSc, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepada Dinas PUPR, Kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala BPKS Sabang, Jubir Pemerintah Aceh, dan beberapa lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/nova-iriansyah-menerima-kunjungan-duta-besar-india-untuk-indonesia.jpg)