Terkait Penyidikan Kasus Pembakaran Rumah Wartawan, Polisi Aceh Tenggara Masih Periksa Asnawi

Penyidik Polres Aceh Tenggara, Selasa (6/8/2019 kembali memeriksa Asnawi Luwi wartawan Harian Serambi Indonesia di daerah ini. Pemeriksaan ini...

Terkait Penyidikan Kasus Pembakaran Rumah Wartawan, Polisi Aceh Tenggara Masih Periksa Asnawi
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
Asnawi Luwi, wartawan Harian Serambi Indonesia Aceh Tenggara dimintai keterangan di ruang Pidum Satreskrim Polres Aceh Tenggara, Senin (5/8/2019), terkait kebakaran rumahnya. 

Terkait Penyidikan Kasus Pembakaran Rumah Wartawan, Polisi Aceh Tenggara Masih Periksa Asnawi 

Laporan Khalidin I Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM,  KUTACANE - Penyidik Polres Aceh Tenggara, Selasa (6/8/2019 kembali memeriksa Asnawi Luwi wartawan Harian Serambi Indonesia di daerah ini. Pemeriksaan ini guna memperdalam penyelidikan kasus terbakarnya rumah Asnawi sepekan lalu.

Asnawi yang dihubungi Serambinews.com mengaku dia masih di Mapolres Aceh Tenggara dalam rangka pemeriksaan lanjutan. Asnawi belum memberi keterangan resmi kepada media terkait poin-poin pemeriksaan.

"Masih di Mapolres, pemeriksaan lanjutan," kata Asnawi

 Sebelumnya, Kapolres Aceh Tenggara AKBP Rahmad Hardeny Yanyo Eko Saputro yang ditanyai Serambinews.com menyatakan, proses penyelidikan kasus terbakarnya rumah wartawan dan kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Aceh Tenggara masih dalam pemeriksaan.

Terindikasi Jual Beli Amunisi di Papua, Oknum TNI Ditangkap Saat Ikut Upacara Duka

Kasus Pembakaran Rumah Wartawan Tunggu Hasil Forensik

Wakil Rektor III Unsyiah Buka Kajuraan Catur Internasional Unsyiah, Ini Nomor Yang Dipertandingkan

Menurutnya, semua ini nanti akan disimpulkan setelah hasil laboratorium forensik keluar. Hasil laboratorium forensik ini baru keluar sekitar sepekan ke depan.

Di sisi lain, Kapolres AKBP Rahmad Hardeny mengaku jika Asnawi juga diperiksa sekaitan laporannya yang merasa diancam. Asnawi dan keluarga menurut Kapolres AKBP Rahmad Hardeny mengaku ada yang mengancam sehingga polisi ingin menggali masalah tersebut.

"Katanya saudara Asnawi kan diancam jadi kita ingin tau siapa yang mengancam dan dalam bentuk apa, makanya perlu digali dan ini akan mudah jika saudara Asnawi terbuka, bongkar saja semua biar terang benderang," pungkas AKBP Rahmad Hardeny.(*)

Penulis: Khalidin
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved