Info Haji 2019

Cara Saudi Jamin Keamanan Tamu Allah

Senin, 5 Agustus 2019 di Kota Mekah, Pemerintah Arab Saudi menggelar pasukan secara besar-besaran dengan melibatkan semua angkatan pertahanan

Cara Saudi Jamin Keamanan Tamu Allah
IST
Laporan MOHD DIN, WARTAWAN Serambi Indonesia

MEKKAH - Senin, 5 Agustus 2019 di Kota Mekah, Pemerintah Arab Saudi menggelar pasukan secara besar-besaran dengan melibatkan semua angkatan pertahanan dan keamanan Arab Saudi. Gelar pasukan bertujuan melihat kesiapan para petugas keamanan, sistem, dan peralatan dalam rangka pengendalian keamanan, keselamatan, dan kenyamanan saat puncak haji. Akses masuk Kota Mekah pun ditutup menjelang puncak haji.

Sejak awal, Kerajaan Arab Saudi, sudah menyatakan siap menerima lebih 3 juta tamu Allah yang akan melaksanakan ibadah haji. Sebagian besar sarana dan prasarana yang beberapa tahun dibangun sudah dioperasikan.

Karena ini pula, pada musim haji 2019 M atau 1440 H ini, Arab Saudi menambah kuota haji, hingga total jamaah tahun ini mencapai 4 juta orang, termasuk jamaah dari Arab Saudi. Untuk beberapa tahun ke depan, Arab Saudi sudah mendesain daya tampung kota Mekkah, termasuk Masjidil Haram dan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) untuk 5 juta jamaah.

Tentu saja, untuk menampung begitu banyak jamaah, tidak hanya akomodasi dan transportasi yang menjadi perhatian. Melainkan juga  keamanan dan kenyamanan untuk para jamaah, menjadi perhatian serius penyelenggara haji.

Pihak Arab Saudi memiliki tanggung jawab dan pekerjaan besar menjamin keamanan dan kenyamanan para jamaah. Termasuk juga mengatasi kondisi yang paling darurat sekalipun. Berbagai fasilitas yang ramah penyandang disabilitas dan orangtua pun disiapkan secara sempurna, salah satunya membangun jembatan lima tingkat.

Pihak Pasukan Pengamanan Haji dan Umrah Arab Saudi, baru-baru menyampaikan ke media massa bahwa dalam menjamin keamanan dan keselamatan penyelenggaraan haji, pihaknya didukung peralatan canggih untuk memantau semua pergerakan ibadah haji. Semua bisa dipantau secara real time di pusat komando dan kontrol.

Sekalipun jumlah jamaah yang melakukan tawaf di Kakbah mencapai lebih 100.000 orang per jam, bisa dipantau melalui sistem elektronik. Selain itu pusat panggilan atau call center 911 bisa melayani lebih 45.000 panggilan setiap hari untuk melayani semua jamaah dari berbagai negara.

Tak hanya pria, para perempuan Saudi juga dilibatkan selama 24 jam penuh dalam menjaga keamanan, pelayanan, dan bantuan daturat. Mereka telah dilatih untuk melayani dalam kondisi darurat dan paling sulit sekalipun.

Pengendalian jamaah di Kota Mekkah, khususnya di Masjidil Haram, bukanlah pekerjaan sederhana. Pihak keamanan berhadapan dengan lebih 3 juta jamaah plus dengan kebiasaan yang berbeda dari masing-masing negara.

Para jamaah bergerak secara simultan pada puncak ibadah haji mulai 9 Agustus (8 Dzulhijjah). Mereka bergerak dari Mina ke Arafah, lalu menuju Muzdalifah, lalu kembali ke Mina, dan terakhir ke Masjidil Haram untuk tawaf.

Semua rukun haji ini dilakukan di waktu dan tempat terbatas. Keterlambatan satu menit saja bisa berakibat besar karena berdampak ke jamaah di belakangnya. Untuk mengatur semua pergerakan dibutuhkan sistem yang efektif dan petugas yang disiplin. Para pemuda Saudi dengan keterampilan teknis mengoperasikan sistem keamanan terpadu yang sangat kompleks.

Persoalan berat akan muncul jika para jamaah berhenti. Bahkan, sekalipun berhenti hanya beberapa detik akan berdampak secara keseluruhan. Ini mengacu pada pelaksanaan haji beberapa tahun lalu di mana banyak jamaah yang bergerak tidak sesuai dengan jadwal sehingga memicu kesemrawutan.

Untuk melindungi para jamaah dari segala kemungkinan terburuk, Pemerintah Arab Saudi berkerja sama dengan pihak ketiga untuk menyediakan petugas. Para petugas bisa memberikan bimbingan, bahkan siap memberikan selimut jika jamaah membutuhkan.

Perjalanan dilanjutkan di pusat operasi keamanan atau call center 911. Menurut informasi, call center bisa menerima 45.000 panggilan setiap hari. Ada empat aula utama di tempat itu, yakni untuk menerima panggilan dari jamaah pria, jamaah perempuan, melanjutkan panggilan ke pihak lain, dan terakhir untuk jamaah yang membutuhkan solusi langsung.

Call center diperkuat petugas yang bisa berbicara dalam berbagai bahasa. Mereka bekerja bergantian selama selama 24 jam. Tempat ini menerima semua jenis informasi, seperti kecelakaan lalu lintas sampai informasi mengenai bandara.(*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved