Rabu, 6 Mei 2026

Rumah Wartawan Terbakar

Teror Terhadap Wartawan, Anggota Komisi Hukum III DPR RI Minta Polisi Segera Mengungkap Pelakunya

apa yang terjadi di Aceh Tenggara merupakan upaya membungkam produk jurnalistik dan tak boleh dibiarkan.

Tayang:
Penulis: Khalidin | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil (kiri) dan Muslim Ayub 

Akibatnya, ke depan orang-orang di daerah ini akan main hakim sendiri dan tentu sangat berbahaya.

Nasir Djamil juga meyakini peristiwa yang terjadi di Aceh Tenggara merupakan teror.

Nah, karena itu jika ini tak juga terungkap ke depannya bukan hanya rumah wartawan yang dibuat seperti ini tapi siapapun dapat melakukan aksi serupa.

Kasus ini pun mirip seperti kasus jaman konflik Aceh di mana teror didalihkan Orang Tidak Dikenal (OTK).

Baca: Tinjau Gua Tsunami Purba, Kepala BNPB: Waspada, Tsunami Bisa Terjadi Kapan Saja

Ini Kasus Nasional

Anggota DPR RI lain di Komisi III lainnya yakni Muslim Ayub juga menanggapi teror yang menimpa wartawan Harian Serambi Indonesia dan kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Aceh Tenggara dengan cara pembakaran pekan lalu.

“Kasus ini jangan dianggap enteng, bukan main-main, ini kasus nasional jadi kami minta Polda Aceh dibackup Bareskrim Polri mengambil alih penyelidikan kasus ini,” tegas Muslim Ayub kepada Serambinews.com, Rabu (7/8/2019).

Muslim Ayub sendiri mengaku sudah menghubungi Kabareskrim Polri Komjen Pol Idham Azis agar memantau kasus tersebut.

Baca: Aceh Barat Darurat Asap, Helikopter Bom Air Dikerahkan, Kebakaran Hutan Capai 121 Hektare

Dikatakan, peristiwa terbakarnya rumah wartawan serta upaya percobaan pembakaran kantor PWI di Aceh Tenggara merupakan teror untuk membungkam kebebasan pers di Tanah Sepakat Segenep itu.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga mengataka jika teror ini bukan hal sepele atau main-main.

Betapa tidak, pembakaran yang dilakukan pertanda ingin menghabisi sekeluarga.

Muslim pun meyakini apa yang terjadi terhadap rumah wartawan Serambi Indonesia maupun kantor PWI teror atau sabotase sehingga polisi harus segera mengungkap pelaku dan dalangnya.

Baca: Perampok Bersenjata Api Gasak Koin Emas Senilai Rp 28 Miliar, Lumpuhkan Penjaga dan Ambil Senjatanya

“Jangan dianggap main-main lo ini. Kasus ini besar dan nasional karena yang mau dihabisi itu satu keluarga, polisi harus segera mengungkap,” ujar Muslim

Dalam masalah ini, Muslim dan rekannya di DPR RI menyatakan akan mengawal dan meminta Polda Aceh turun tangan mengambil alih kasus yang terjadi di Kabupaten Aceh Tenggara.

Jika dalam sepekan ke depan belum juga ada perkembangan penyelidikan, Kapolda Aceh, lanjut Muslim harus mengambil alih kasusnya dan dibackup Bareskrim Polri.

Jika tidak, maka kasus serupa bakal terjadi dikemudian hari dan tentunya sangat tidak diinginkan. (*)

Baca: Anak Ini Nekat Jadi Supir Truk Gadis Pulsa, Hidup Sebatang Kara, Kaget Saat Dihentikan Polisi

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved