Selasa, 16 Juni 2026

Asap Makin Pekat, Helikopter Water Bomber Dikerahkan ke Aceh Barat

Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Aceh Barat sudah semakin pekat, seiring makin parahnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla)

Tayang:
Editor: bakri
SERAMBI/RIZWAN
Pengendara melewati Jalan Kayu Puteh, Desa Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat yang diselimuti asap karena kebakaran lahan dan hutan, Rabu (7/8). 

MEULABOH - Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Aceh Barat sudah semakin pekat, seiring makin parahnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi. Pemkab juga telah menetapkan status siaga darurat asap yang akan berlaku hingga 31 Oktober 2019.

Upaya pemadaman karhutla juga masih terus berlangsung. Informasi yang diperoleh Serambi, Rabu (7/8), pemadaman dilakukan di beberapa titik, salah satunya di kawasan Alue Penyareng, Kecamatan Meureubo. Pemadaman dilakukan oleh tim gabungan yang berasal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, TNI, dan Polri.

"Tim sedang memadamkan di Alpen (Alue Penyareng)," ujar seorang petugas BPBD kepada Serambi. Selain di Alpen, titik kebakaran lahan juga terdapat di Kecamatan Bubon yang tersebar mulai dari Seuneubok Trap, Suak Pangkat dan Peulante, serta di Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan. Selain itu juga ada titik baru karhutla, yakni di Kecamatan Woyla Barat.

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMGK) Meulaboh-Nagan Raya, Rizky P Hartiwi STr, menyebutkan, hingga kemarin terdeteksi ada dua titik karhutla, yakni di Kecamatan Bubon dan Woyla Barat. "Sejauh ini belum ada potensi hujan hingga tiga hari ke depan," imbuhnya.

Status darurat

Menyikapi kondisi ini, Bupati Aceh Barat, H Ramli MS, mengeluarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 550/2019 tentang Penetapan Status Keadaan Siaga Darurat Asap Dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). SK itu dikeluarkan tanggal 5 Agustus 2019 yang akan berlaku hingga 31 Oktober 2019.

SK itu turut ditembuskan ke Menteri Dalam Negeri, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kepala BNPB, Gubernur Aceh, Ketua DPRA, BPBA, Bappeda Aceh, Ketua DPRK, dan Inspektorat Aceh Barat. Isinya antara lain disebutkan bahwa penetapan status keadaan siaga darurat asap dampak karhutla akan ditindaklanjuti dengan pembentukan pos komando yang melibatkan perangkat daerah dan instansi terkait dan fungsinya dalam upaya penangulangan bencana asap akibat karhutla.

Terkait dengan penetapan status tersebut, Ramli kembali menyurati Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tertanggal 5 Agustus, perihal permohonan bantuan helikopter untuk membantu proses pemadaman karhutla.

"Sehubungan terjadi karhutla di Aceh Barat dengan luas 121,8 hektare dan telah menimbulkan asap. Lokasi kebakaran sebagian sulit dijangkau kendaraan pemadam dan terbatas sarana termasuk air, dan kami memohon BNPB membantu satu unit helikopter melakukan pemadaman karhutla dari udara," tulis Bupati Ramli dalam suratnya.

Helikopter

Informasi yang diperoleh Serambi, helikopter bom air (helicopter water bomber) sebagaimana dimaksud bupati, saat berita ini diturunkan tadi malam, dilaporkan sedang dalam penerbangan dari Palembang menuju Bandara Cut Nyak Dhien, Nagan Raya. "Sesuai jadwal Kamis (8/8) siang tiba di Aceh Barat," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), T Ahmad Dadek.

Perihal kedatangan helicopter water bomber ini juga dibenarkan Kepala BNPB Pusat, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo. Pihaknya mengaku sudah mengirimkan satu helikopter ke Aceh Barat sesuai dengan surat permohonan yang diajukan oleh Bupati Ramli MS.

Doni menyampaikan hal itu dalam konfrensi pers kemarin, seusai meninjau Guha Ek Luntie, sebuah gua yang menyimpan sejarah tsunami purba, di kawasan Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Lhong, Aceh Besar. “Sudah terima surat permohonan Bupati Aceh Barat. Hari ini (kemarin) helikopter akan dikirim kemari dan mudah-mudahan sore ini helikopternya tiba, sehingga bisa langsung dioperasionalkan. Jumlahnya satu unit,” kata Doni.

Sementara itu, menyikapi kabut asap yang semakin pekat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Barat juga telah menyiapkan 10.000 masker untuk dibagikan kepada masyarakat dan siswa/pelajar.

"Sudah kita persiapkan. Kita rencanakan besok (hari ini) akan mulai kita bagikan," kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat, Syarifah Junaidah SKM, kepada Serambi, Rabu (7/8).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
VS
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
VS
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved