Info Haji
Layanan Bus Shalawat dan Katering JCH Dihentikan Sementara Selama Masa Puncak Haji
Bus-bus akan digunakan untuk mengangkut jamaah haji selama puncak haji, mulai dari Mekkah-Arafah, Arafah-Muzdalifah, Muzdalifah-Mina dan kembali lagi
Penulis: Mawaddatul Husna | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Operasional bus shalawat yang melayani jamaah calon haji (JCH) dari hotel ke Masjidil Haram dan sebaliknya akan berhenti sementara selama masa puncak haji.
Angkutan ini terakhir beroperasi mulai 6 Agustus dan akan kembali melayani jamaah pada 15 Agustus 2019.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah, Subhan Cholid mengatakan, penghentian operasional bus shalawat terpaksa dihentikan karena bus tersebut ditarik oleh Naqabah (Organda Arab Saudi) untuk persiapan angkutan masyair.
Bus-bus akan digunakan untuk mengangkut jamaah haji selama puncak haji, mulai dari Mekkah-Arafah, Arafah-Muzdalifah, Muzdalifah-Mina dan kembali lagi ke Mekkah.
Baca: Disdukcapil Lhokseumawe Butuh 3.600 Lembar Blangko E-KTP Tiap Bulan, Ini Sebabnya
Baca: Duek Pakat dan Curah Pikei Tokoh Aceh di Jakarta, Banyak Bicara Politik Lupa Tata Ekonomi
Baca: Proyek Bundaran Simpang Kocin Sigli belum Rampung, PUPR Pidie Targetkan Rampung Sebelum MTQ ke-34
"Naqabah perlu waktu paling lambat dua hari untuk membagi dan menempel stiker layanan masyair untuk jamaah haji dari seluruh dunia yang hadir di Mekkah," kata Subhan Cholid kepada tim Media Center Haji (MCH) di Mekkah yang diteruskan ke Serambinews.com oleh Humas PPPIH Embarkasi Aceh, Rabu (7/8/2019).
Selain itu, kata Subhan, Naqabah juga membutuhkan waktu untuk mem-briefing para pengemudinya terkait jalur masyair.
Masing-masing pengemudi dipastikan jalur tugasnya sehingga alur pergerakan jamaah haji tertib dan sesuai dengan rencana.
Setelah bus shalawat tidak beroperasi, ia mengimbau kepada jamaah haji untuk berkonsentrasi mempersiapkan fisik maupun mental menghadapi puncak haji di Armina.
"Jika ingin shalat jamaah hendaknya memanfaatkan masjid atau mushalla yang ada di hotel atau masjid terdekat," kata Subhan.
Tidak hanya operasional bus shalawat yang dihentikan, layanan katering juga dihentikan sementara mulai 6 hingga 16 Agustus 2019.
Jamaah haji diminta untuk membeli makanan di dekat hotel tempat mereka tinggal.
"Layanan katering off lima hari. Tiga hari sebelum puncak haji dan dua hari setelah puncak haji. Tanggal 5, 6, 7 Zulhijjah stop, 14, 15 masih libur, baru mulai tanggal 16 Zulhijjah," kata Kepala Bidang Katering (Kabid) Daker Mekkah PPIH 2019, Ahmad Abdullah.
Dijelaskan, penghentian layanan katering bukan berarti karena tidak ada anggaran tapi karena lalu lintas sangat padat dan banyak penutupan jalan menjelang puncak haji.
Surat izin jalan makanan sulit dan mobil distribusi susah menembus jalan-jalan yang ditutup.
"Atas pertimbangan itu maka lebih baik layanan dihentikan," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bus-shalawat-88.jpg)