Berita Aceh Timur
Siswi Sakit Perut di Sekolah Karena tak Sarapan, Terima Bantuan Beras dan Uang dari Haji Uma
"Mendapat kabar mengenai keluarga kurang mampu itu, saya langsung mengutus anggota untuk menyerahkan bantuan berupa beras dan sejumlah uang,"
Penulis: Seni Hendri | Editor: Nurul Hayati
"Mendapat kabar mengenai keluarga kurang mampu itu, saya langsung mengutus anggota untuk menyerahkan bantuan berupa beras dan sejumlah uang kepada Suparno ayah Putri," ungkap Haji Sudirman atau yang akrap disapa Haji Uma, anggota DPD RI asal Aceh.
Lapangan Seni Hendri l Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM,IDI - Haji Sudirman atau yang akrap disapa Haji Uma, anggota DPD RI asal Aceh membantu beras dan uang kepada keluarga Putri Dewi Nilaratih (14), siswi SMP 4 Peureulak, yang mengeluh sakit perut saat di sekolah, akibat tak sarapan pagi.
"Mendapat kabar mengenai keluarga kurang mampu itu, saya langsung mengutus anggota untuk menyerahkan bantuan berupa beras dan sejumlah uang kepada Suparno ayah Putri," ungkap Haji Sudirman atau yang akrap disapa Haji Uma, anggota DPD RI asal Aceh kepada Serambinews.com Kamis (8/8/2019).
Baca: YARA Minta Pekerjaan Bongkar Barang Milik PLTU di Aceh Jaya Distop, Izin belum Keluar
Haji Uma pun mengaku, sudah berbicara langsung dengan Suparno melalui telepon tetangganya dan menanyakan langsung keadaan Putri saat ini, setelah mengalami sakit perut akibat belum sarapan lantaran tidak ada beras di rumah.
Setelah berbicara panjang lebar melalui handphone, Suparno kepada Haji Uma menjelaskan, sangat kaget mendengar berita mengenai anaknya sakit perut lantaran belum sarapan.
Suparno yang merupakan buruh kasar bekerja di Banda Aceh itu mengaku, saat itu di rumah tidak ada beras, sehingga ia pergi ke luar untuk mengusahakan uang membeli beras.
"Setelah saya pulang ke rumah, saya lihat beberapa anak-anak sekolah mengantarkan Putri ke rumah. Tak lama kemudian muncul berita mengenai keluhan Putri," sebut Suparno membeberkan isi percakapannya dengan Haji Uma yang rekamannya dikirim ke media.
Masih dalam rekaman percakapan, saat Haji Uma menanyakan upah Suparno bekerja sebagai buruh di Banda Aceh, Suparno mengaku hanya mendapat upah Rp 80 ribu perhari.
Itu pun sepulangnya ke Aceh Timur belum dicairkan.
"Upah saya bekerja belum cair. Karena mau lebaran saya pulang ke kampung untuk kumpul sama anak-anak,"keluhnya.
Baca: BREAKING NEWS - Sempat Terbang 20 Menit, Citilink Tujuan Banda Aceh Putar Balik ke Kualanamu
Sebelumnya viral di medsos, berita Putri Dewi Nilaratih (14), siswi SLTP 4 Peureulak, Aceh Timur yang terpaksa dibawa pulang ke rumahnya saat jam belajar, akibat ia mengeluh sakit perut karena tak sarapan pagi.
Saat ditanya gurunya kenapa wajahnya lesu dan pucat, dengan sedih Putri menceritakan kalau dia tidak sarapan saat pergi ke sekolah.
Kemudian gurunya, Nurul Fadilah (27), menyarankan agar Putri lebih dulu sarapan sebelum pergi ke sekolah.
Kemudian Putri mengatakan bahwa di rumahnya tidak ada beras, sehingga tidak makan.
Putri adalah anak keempat dari enam bersaudara, pasangan Suparno dan Mariani, tinggal di Gampong Tualang, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur.
Suparno, ayahnya tak memiliki pekerjaan tetap. (*)
Baca: VIDEO - Ketua Kadin Aceh, Makmur Budiman Bicara Persoalan Kemiskinan yang Tak Kunjung Tuntas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/haji-uma-serahkan-bantuan.jpg)