Polisi Amankan Lima Warga Terkait Kegiatan Keagamaan

Polsek Syiah Kuala mengamankan lima warga dari Kompleks Makam Syiah Kuala, Gampong Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh

Polisi Amankan Lima Warga Terkait Kegiatan Keagamaan
SERAMBINEWS.COM/MISRAN ASRI
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH 

BANDA ACEH - Polsek Syiah Kuala mengamankan lima warga dari Kompleks Makam Syiah Kuala, Gampong Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Rabu (7/8) malam, sekitar pukul 22.55 WIB. Pasalnya, kelima warga yang 'diselamatkan' aparat kepolisian jelang Kamis dini hari itu, memicu kemarahan warga setempat, karena melakukan kegiatan keagamaan secara tertutup.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH melalui Kapolsek Syiah Kuala, AKP Edi Saputra SE yang dihubungi Serambi, Kamis (8/8) siang mengatakan, begitu menerima informasi ada pergerakan massa yang akan menghentikan paksa aktivitas yang dilakukan lima warga luar Gampong Deah Raya yang melaksanakan kegiatan agama secara tertutup itu, pihaknya langsung bergerak cepat ke lokasi. "Tugas kami mencegah dan melindungi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan terjadi," kata AKP Edi.

Mantan Kapolsek Luengbata ini menerangkan, adanya pergerakan massa pertama kali diterima dari Bripka Dedi Fachrudin, Bhabinkamtibmas gampong setempat. Dikhawatir massa yang akan menghentikan aktivitas itu tidak terkendali, Bripka Dedi Fachrudin, bergegas menghubungi personel piket Polsek Syiah Kuala dan mengabari bahwa ada kegiatan agama yang berlangsung di Kompleks Makam Syiah Kuala, sehingga massa dari Gampong Deah Raya akan menghentikan aktivitas tersebut.

"Alhamdulillah, kita cepat hadir lokasi, sehingga saat kami tiba massa kurang lebih 50 orang itu sudah mengerumuni lima orang warga luar Gampong Deah Raya itu. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diharapkan, personel polsek dan personel Satuan Intelkam Polresta langsung mengamankan kelima orang tersebut," sebut AKP Edi.

Kelima warga yang terlibat dalam kajian keagamaan itu selanjutnya diamankan ke Polsek Syiah Kuala dengan dikawal anggota Patko Satuan Sabhara Polresta Banda Aceh, guna menghindari amuk massa, ungkap Edi. Begitu kelima orang tersebut tiba di Polsek Syiah Kuala, sekitar pukul 01.00 WIB, Kamis (8/8) pihaknya langsung berkoordinasi dengan MPU Kota Banda Aceh terkait adanya lima orang yang diamankan dari Komplek Makam Syiah Kuala, terkait kegiatan kajian agama yang mereka lakukan.

"Koordinasi antara kami dengan pihak MPU Kota Banda Aceh, hadir Dr Tgk Damanhuri Basyir MAg (Ketua MPU Kota Banda Aceh), Tgk H Tu Bulqaini (Wakil Ketua I), Ustaz Umar Rafsanjani. Lalu ikut hadir Keuchik Deah Raya, Samsul Bahri AW serta Mukim Syekh Abdurrauf, Tgk Zainuddin Ubit.

Kapolsek Syiah Kuala, AKP Edi menerangkan, hasil rapat pihaknya bersama MPU Kota Banda Aceh serta melibatkan para pihak terkait kajian yang dilakukan AMY di Kompleks Makam Syiah Kuala, bersama empat pengikutnya diperoleh kesepakatan dan kesimpulan pembinaan pimpinan kajian agama AMY itu diserahkan ke Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, untuk dibina.

Pun demikian, lanjut Kapolsek Syiah Kuala, terhadap pengajian AMY dihentikan di seluruh wilayah Kota Banda Aceh, karena dinilai mengarah ke pendangkalan akidah, bukan penistaan agama, sehingga penanganan permasalahan itu dilimpahkan ke Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, guna dilakukan pendalaman lebih lanjut.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved