Pemerintah Aceh Usulkan Kawasan Strategis Pariwisata Aceh Tengah, Bener Meriah, Galus dan Agara

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan, Pemerintah Aceh sedang menyiapkan usulan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional

Pemerintah Aceh Usulkan Kawasan Strategis Pariwisata Aceh Tengah, Bener Meriah, Galus dan Agara
Serambi/Muslim Arsani
Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, saat menghadiri diskusi ilmiah terkait arah pengembangan ekonomi Aceh kedepannya yang dilaksanakan, di aula Setdakab Bener Meriah, Jumat (9/8/2019). 

REDELONG - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan, Pemerintah Aceh sedang menyiapkan usulan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Dataran Tinggi Gayo Alas (KSPN DTGA), yang meliputi Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara.

"Dalam beberapa tahun terakhir, daerah ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat, karena telah mampu mengeksplorasi berbagai potensi yang sudah mendunia seperti kopi Gayo, Tari Saman, Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL)," ucapnya saat melakukan diskusi ilmiah arah pengembangan ekonomi Aceh dan rapat Persiapan Konsultasi Regional Wilayah Sumatra untuk Rancangan Awal RPJM 2020-2024, di Aula Setdakab Bener Meriah, Jumat (9/8).

Selain itu, DTGA juga memiliki sejumlah potensi ikonik seperti Danau Lut Tawar, Gunung Api Burni Telong, Taman Anggrek Putri Betong, dan sungai Alas yang eksotik. Hal ini bila dimanfaatkan untuk meningkatkan  pertumbuhan ekonomi.

Disebutkan, pengembangan kawasan strategis tersebut bertujuan mempercepat pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru melalui pambangunan dan pengembangan industri manufaktur, jasa,  serta industri lainnya dengan harapan dapat meningkatkan nilai tambah produksi dan produktivitas.

"Peningkatan nilai tambah ini nantinya akan memiliki dampak yang signifikan terhadap pemerataan kesejahteraan, pengurangan kemiskinan dan ketimpangan antar wilayah. Untuk itu,  maka harus didukung pembangunan infrastruktur yang terintegrasi, pengembangan teknologi yang ramah lingkungan, serta didukung sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi," ungkapnya.

Disebutkannya lagi, dalam forum Konreg Sumatra yang akan berlangsung 13-14 Agustus mendatang, Pemerintah Aceh akan mengusulkan beberapa kegiatan strategis nasional berupa Major Project pembangunan infrastruktur yang mendukung konektivitas antar kawasan.

Untuk itu projek strategis yang akan diusulkan dalam RPJM 2020-2024 nanti, terkait dengan infrastruktur pendukung pelaksanaan PON di Aceh, pengendalian banjir, infrastruktur berkonektivitas seperti terowongan Geurutee, tol Aceh, tol laut, penuntasan jalan nasional lintas tengah, serta pelabuhan dan bandara.

Dalam bidang pengembangan ekonomi, Pemerintah Aceh akan memfokuskan usulan pada revitalisasi pertanian dan perkebunan khususnya komoditas tahunan seperti kopi, kakao, karet, kelapa, dan sawit.

Sementara dari sisi pengembangan sumber daya manusia akan dikembangkan pusat-pusat pendidikan dan pelatihan, serta pembangunan panti rehabilitasi psikososial dan Napza.

"Untuk itu saya meminta kepada semua pihak yang terkait dalam proses pengusulan ini agar bekerja semaksimal mungkin dengan melakukan upaya-upaya, supaya usulan-usulan Pemerintah Aceh dapat tertampung dalam RPJM 2024 dan dijabarkan dalam Renstra Renja Kementrian/Lembaga," demikian Nova.

Indikator makro membaik

Dalam dua tahun kepemimpinan Irwandi-Nova, ia mengklaim kinerja indikator makro ekonomi Aceh telah mencapai trend positif, di antaranya dapat dilihat dari angka kemiskinan Aceh yang terus mengalami penurunan, pertumbuhan ekonomi Aceh yang terus membaik, pengangguran semakin berkurang, tingkat inflasi yang terkendali, kesenjangan pendapatan semakin mengecil, serta indeks pembangunan manusia yang terus meningkat, kendati pun Nova tidak merinci secara jelas.(*/c51)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved