Karhutla Abdya

Hujan Lebat Guyur Babahrot Saat Api Membakar Lahan Kelapa Sawit, Warga: Alhamdulillah

Antara lain di Desa Rukoen Dame dan Blang Dalam. Titik api dilaporkan muncul sejak Rabu sore dan Kamis siang lalu.

Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/ DOK/BPBK ABDYA
Petugas pemadam dari BPBK Abdya, Polsek, Koramil Babahrot, termasuk petugas dari instansi kehutanan berupaya memadamkan api yang membakar lahan kelapa sawit di Desa Rukoen Dame dan Desa Blang Dalam, Kecamatan Babahrot, Kamis (8/8/2019) lalu. 

Laporan Zainun Yusuf I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE - Hujan lebat mengguyur kawasan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Sabtu (10/8/2019) malam.

Hujan sebagai rahmat tersebut juga menyiram kawasan Kecamatan Babahrot, lokasi peristiwa kebakaran lahan kelapa sawit selama beberapa hari terakhir.

Dengan turunnya hujan diharapkan dapat membantu pemadaman api yang masih membakar lahan kelapa sawit di beberapa titik sampai Sabtu sore.

"Alhamdulillah, hujan lebat turun malam ini, diharapkan api yang masih membakar areal tanaman kelapa sawit rakyat bisa padam," kata Iskandar, anggota DPRK Abdya yang dihubungi Serambibews.com.

Baca: Atasi Banjir Genangan, TRC PUPR dan Dinas Kebersihan Bersihkan Lubang Saluran

Baca: Badai Tumbangkan Pohon di Suak Indrapuri Aceh Barat, Listrik di Empat Desa Masih Padam

Baca: Panen Kedua, Usaha Ayam Potong Binaan BMA di Aceh Selatan Santuni Puluhan Yatim

Wakil rakyat asal Kecamatan Babahrot itu melaporkan bahwa api masih membakar lahan kelapa sawit di beberapa titik hingga Sabtu sore.

Antara lain di Desa Rukoen Dame dan Blang Dalam. Titik api dilaporkan muncul sejak Rabu sore dan Kamis siang lalu.

Iskandar mengaku sekitar 3 dari 6 hektare (ha) kebun sawit miliknya di Desa Rukoen Dame, ditambah lebih 1 ha sawit lokasi Desa Blang Dalam, habis di lumat si jago merah.

Di lokasi Desa Blang Dalam, selain kebun sawit kepunyaan Iskandar, api juga membakar areal sawit milik desa setempat dan kebun sawit milik salah seorang warga Labuhan Haji, Aceh Selatan.

"Hingga sore tadi (Sabtu sore), api masih membakar kebun sawit di lokasi Blang Dalam dan Rukoen Damee," kata Iskandar.

Dia mengaku sendiri melakukan upaya pemadaman api yang masih membakar kebun sawit miliknya di Desa Rukoen Dame dan Blang Dalam, Sabtu siang.

Kegiatan pemadaman menggunakan mesin robin (pompa air) dengan memanfaatkan air Sungai Krueng Babahrot di Desa Blang Dalam dan sumber air dari saluran kebun sawit di Desa Rukoen Dame.

Dijelaskan, api sangat sulit padam karena yang terbakar lahan gambut sehingga api masuk kedalaman gambut tebal. Bahkan api yang membakar mengakibatkan tanaman sawit yang berumur 3 sampai 5 tahun tumbang setelah api membakar akar tanaman sawit.

Lebih lanjut Iskandar menjelaskan api yang menyala Desa Rukoen Damee, selain masih membakar sawit miliknya, titik api juga masih muncul di lahan 'insiden', berjarak sekitar 300 meter dari Jalan 30 atau jalan dari Desa Ie Mirah, Babahrot menuju Pelabuhan Teluk Surien, Kuala Batee.

Diakui bahwa upaya pemadaman telah diupayakan puluhan petugas dari BPBD Abdya, personel Polsek dan Koramil Babahrot, termasuk petugas dari instansi kehutanan serta masyarakat pada Kamis lalu.

Meski sebagian besar api sudah berhasil dipadamkan, namun karena panas terik matahari disertai angin kencang sehingga api dari dalam gambut berkobar lagi kemudian merambat ke mana-mana.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved