Karhutla di Abdya
Diguyur Hujan Dua Malam, Lahan Sawit Terbakar di Babahrot Abdya Masih Keluar Asap Putih
Sementara api yang membakar lahan kelapa sawit di Desa Blang Dalam, juga di Kecamatan Babahrot, dilaporkan sudah padam setelah diguyur hujan,
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Yusmadi
Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE - Meskipun diguyur hujan ringan selama dua malam terakhir, namun hingga Senin (12/8/2019), asap putih masih keluar dari lahan kelapa sawit rakyat yang terbakar di lokasi Jalan 30, Desa Rukoen Dame, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).
Sementara api yang membakar lahan kelapa sawit di Desa Blang Dalam, juga di Kecamatan Babahrot, dilaporkan sudah padam setelah diguyur hujan, Sabtu (10/8/2019) malam.
Iskandar, salah seorang pemilik kebun kelapa sawit di Desa Rukoen Dame, Babahrot dihubungi Serambinews.com, Senin (12/8/2019) menjelaskan, hujan mengguyur selama dua malam (Kamis malam dan Sabtu malam) memang sangat membantu mematikan nyala api yang membakar lahan.
Akan tetapi, katanya, api yang membakar sisa-sisa batang kayu yang tertanam dalam gambut belum sepenuh mati.
Sebab, dari sisa kayu masih mengeluar asap putih.
“Dari asap ini sangat berpotensi muncul titik nyala api bila kembali terjadi terik matahari,” kata Iskandar, juga Anggota DPRK Abdya.
Berita terkait
Baca: Hujan Kembali Guyur Aceh Barat, Diharapkan Bantu Padamkan Karhutla
Baca: BPBD, TNI dan Polri di Aceh Barat Evaluasi Penanganan Karhutla
Baca: Karhutla di Aceh Barat belum Mengganggu Jarak Pandang di Empat Bandara di Aceh, Ini Penjelasan BMKG
Karenanya, menurut Anggota Dewan asal Babahrot itu asap yang masih keluar dari lahan sawit yang terbakar harus padam total.
“Besok (Selasa, besok) kami akan turun ke lokasi untuk mengatasi asap yang masih keluar dari lahan terbakar dengan cara menyiram air dengan bantuan mesin pompa (mesin robin),” katanya.
Iskandar mengaku kalau api yang membakar lahan gambut sangat sulit dipadamkan, meskipun dibantu guyuran hujan.
Sebab, api yang membakar lahan masuk kedalaman gambut tebal dan membakar sisa batang kayu yang sudah tertanam.
Bahkan api membakar akar tanaman kelapa sawit berumur 3 sampai 5 tahun sehingga akhirnya tumbang.
Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhula) kawasan Kecamatan Babahrot terjadi di dua titik terpisah, yaitu di Desa Blang Dalam, Rabu sore dan di Desa Rukoen Dame pada Kamis sore, pekan lalu.
Baca: Cuaca Buruk di Banda Aceh, Helikopter Bom Air Atasi Karhutla Batal Terbang ke Aceh Barat
Baca: Aceh Barat Siaga Darurat Asap Karhutla, Dinkes Bagikan Masker
Baca: Aceh Barat Siaga Darurat Asap Karhutla, Wakil Ketua DPRK: Butuh Pemetaan Lahan Gambut
Iskandar mengaku punya kebun sawit di dua titik lokasi yang terbakar tersebut. Di lokasi Rukoen Dame (Genang Jaya) menghanguskan 2 dari 6 hektare (ha) kebun sawit miliknya.
Masih untung di lokasi Blang Dalam, kebun sawit milik Iskandar yang dilumat api tidak bengitu luas.
“Api membakar kelapa sawit di lokasi tengah kebun, tidak bengitu luas,” paparnya.
Di Desa Blang Dalam, areal kebun sawit milik warga lain yang mengalami musibah kebkaran lumanya luas sekitar 2 ha, yaitu kebun sawit milik desa setempat, dan kebuh sawit milik warga Labuhan Haji, Aceh Selatan.
Lebih lanjut Iskandar menjelaskan, asap putih bukan saja keluar dari lahan kebun sawit kepunyaannya di Desa Rukoen Dame, tapi sangat mengkhawatirkan asap putih masih mengepul di lahan 'insiden', berjarak sekitar 300 meter dari Jalan 30 atau jalan dari Desa Ie Mirah, Babahrot menuju Pelabuhan Teluk Surien, Kuala Batee.
Asap putih dari lahan ‘insiden’ tersebut’ juga sangat berpotensi muncul nyala api bila terkena terik mata hari, kemudian menyebar ke mana-mana.
Karena daun kayu kering yang terbakar diterbangkan angin kencang jatuh ke lokasi lain sehingga muncul titik api baru.
Baca: VIDEO - Petugas BPBD Aceh Barat Pingsan karena Karhutla
Baca: Pemkab Aceh Tengah Bentuk Tim Satgas Karhutla
Baca: Aceh Barat Siaga Darurat Asap Karhutla, Dinkes Bagikan Masker
Seperti diberitakan, upaya pemadaman api yang membakar areal kebun sawit di dua titik kawasan Kecamatan Babahrot dilakukan puluhan petugas pemadam dari Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, dibantu personel Polsek dan Koramil Babahrot, termasuk dari pegawai instansi kehutanan dan petani.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBK Abdya, Amiruddin SPd dihubungi Serambinews.com, Jumat menjelaskan, titik api yang muncul di lokasi lahan ‘insiden” kawasan Gampong Rukoen Dame itu sangat sulit dipadamkan.
Selain, tidak ada akses jalan yang bisa dilintasi mobil pemadam, dan sumber air juga tidak ditemukan di lokasi.
“Sebenarnya, bila tak ada jalan untuk dilalui mobil pemadam, upaya pemadaman bisa kita dilakukan dengan bantuan pompa air. Persoalannya sekarang tak ada sumber air di lokasi,” kata Amiruddin.
Seperti upaya pemadaman kebun sawit di Desa Blang Dalam, Kamis siang dilakukan dengan bantuan pompa air karena ada sumber air dari Sungai Krueng Babahrot, tidak jauh dari lokasi lahan sawit yang terbakar. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/petugas-pemadam-dari-bpbk-abdya2.jpg)