Info Haji 2019
Hanya Terdengar Khutbah di Arafah
Sabtu, 9 Zulhijah atau 10 Agustus 2019, tepat pukul 12.25 WAS atau pukul 15.30 Wib, jutaan jamaah berkumpul di masing-masing tenda
Secara bersamaan pula listrik padam untuk beberapa saat, sehingga sedikit menyulitkan bagi jamaah yang ingin menambah isi baterai HP.
Pohon Soekarno
Satu jam setelah khutbah wukuf dan berdoa, sebelum hujan datang beserta petir, jamaah rehat sejenak untuk makan siang. Setelah itu, doa dilanjutkan sendiri-sendiri. Para jamaah mengajak temannya keluar dari tenda, sebagian menyeberangi jalan raya, ada yang ke Jabal Rahmah dan ada sebagian menuju tempat terbuka di bawah pohon yang tumbuh rindang.
Memang cukup menarik, karena lokasi wukuf di Arafah ternyata tidak segersang yang diperkirakan. Pohon-pohon tumbuh rapi dan berjajar di sekitar tenda. Orang-orang menyebut sebagai Pohon Sukarno.
Saat berhaji pada tahun 1950 an, Presiden Indonesia saat itu Soekarno merasakan panas yang teramat sangat ketika berada di Arafah. Bung Karno pun mengusulkan kepada Raja Arab untuk menanam pohon. Tahun 1955, Indonesia mengirim ribuan bibit pohon Mindi beserta tanah dari Indonesia untuk ditanam di Arafah. Mindi (melia azedarach) dipilih karena paling cocok dengan kondisi tanah di Arab Saudi.
Sekarang, pohon itu berhasil menghijaukan Padang Arafah. Orang-orang pun menyebutnya sebagai Pohon Soekarno. Di tempat terbuka itu, para jamaah menggelar tikar, matras, bekas kotak dan kembali khusyuk melanjutkan doa.
Mereka duduk sembari menengadahkan tangan ke langit. Di tempat terbuka, debu-debu sering berhamburan terkena angin. Meski hampir semua tempat telah ditutup paving block, masih ada sisa-sisa tanah gurun yang terbuka.
Para jamaah bertahan di Arafah, hingga malam hari. Setelah shalat Maghrib dan Isya yang dilakukan secara jamak-qashar, satu per satu rombongan dibawa dengan bus menuju Muzdalifah, seterusnya menuju Mina untuk melempar jumrah aqabah.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/laporan-mohd-din-pemimpin-perusahaan-serambi-indonesia.jpg)