Berita Aceh Utara

Blangko e-KTP Masih Kosong di Aceh Utara, Ini yang Dilakukan Disdukcapil

“Kondisi ini terjadi karena stok blangko e-KTP di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri kosong,"

Blangko e-KTP Masih Kosong di Aceh Utara, Ini yang Dilakukan Disdukcapil
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Ilustrasi e-KTP (KOMPAS/WISNU WIDIANTORO) 

“Kondisi ini terjadi karena stok blangko e-KTP di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri kosong,"

Blangko e-KTP Masih Kosong di Aceh Utara, Ini yang Dilakukan Disdukcapil 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Blangko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Aceh Utara hingga kini masih kosong. 

Kekosongan blangko e-KTP ini sudah terjadi sejak Juni 2019 atau sudah hampir tiga bulan. 

 “Kondisi ini terjadi karena stok blangko e-KTP di  Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kosong,” kata Plt Kepala Disdukcapil Aceh Utara, Muhammad Zulfadhli menjawab Serambinews.com, Selasa (13/8/2019).

Zulfadhli menyebutkan kekosongan ini untuk kedua kali terjadi di Aceh Utara selama 2019.

Baca: Anggota DPRK Subulussalam Dilantik Senin Depan, Ini Sosok Calon Ketua

Baca: Setelah Bertemu Dubes India, Plt Gubernur Surati Menhub Minta Dibukanya Rute Terbang Aceh-Andaman

Baca: FOTO-FOTO : Setiap Lebaran, Nelayan di Aceh Libur Melaut

Sebelumnya kekosongan terjadi pada Februari 2019, tapi saat itu berhasil diatasi setelah sepekan kemudian.

“Kita tidak berwenang melakukan pengadaan blangko e-KTP, karena itu kewenangan di Pemerintah Pusat,” ujar Zulfadhli.

Sedangkan untuk mengantisipasi kekosongan yang kedua kali yang sudah hampir tiga bulan ini, kata Zulfadhli, ia langsung ke Jakarta untuk melaporkan persoalan tersebut ke Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). 

Selain itu, juga sekaligus untuk melaporkan perbaikan server. Atas laporan tersebut, pihak dirjen memberikan 500 lembar blangko.

 “Namun, 500 lembar blangko tersebut hanya bertahan sampai sepekan saja, sehingga dari akhir Juni sampai sekarang stoknya masih kosong,” katanya.

Namun, untuk perekaman KTP baru dan perbaikan masih tetap dilayani dengan baik. Disdukcapil mengantisipasinya dengan mengeluarkan surat keterangan yang berfungsi sama dengan e-KTP.

“Jadi surat keterangan tersebut fungsinya sama dan dikeluarkan dari aplikasi KTP yang juga dilengkapi dengan foto. Jadi bisa digunakan untuk mengurus segala keperluan administrasi, karena tidak mengurangi fungsinya. Hanya bentuk fisiknya, selebaran kertas,” ujar Muhammad Zulfadhli. (*)

Penulis: Jafaruddin
Editor: Mursal Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved