Berita Bireuen
Gas Elpiji 3 Kg Langka di Bireuen, Harganya Capai Rp 30.000 Per Tabung
“Sungguh sangat prihatin nasib kami orang kecil dipermainkan seperti ini. Sudah harganya sangat mahal, gas juga sulit diperoleh,"
Penulis: Ferizal Hasan | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Ferizal Hasan | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Ketersediaan gas bersubsidi atau elpiji 3 kilogram (kg) kembali langka di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bireuen.
Seperti di Kecamatan Simpang Mamplam dan Jeumpa, Kabupaten Bireuen.
Eksesnya, warga di sejumlah desa dalam dua kecamatan itu kesulitan memperoleh elpiji melon tersebut.
Jika pun ada stok barang, harganya sangat mencekik leher.
Baca: Cuaca Ekstrem, Deputi IV Kemenko Maritim Batal Keliling Kepuluan Banyak Aceh Singkil
Samsul Bahri, warga Simpang Mamplam kepada Serambinews.com, Selasa (13/8/2019), mengatakan, warga di tempat dia tinggal terpaksa harus membeli gas 3 kilogram tersebut di pengecer dengan harga mencapai Rp 30 ribu pertabung.
Ini jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 18.000 per tabung.
Ironisnya, ungkap dia, sudah harganya sangat melambung, stok di pengecer pun cukup terbatas.
“Harusnya, setiap ada pasokan gas subsidi ke pangkalan, diutamakan dulu ke warga sekitar," katanya.
Baca: Setelah Bertemu Dubes India, Plt Gubernur Surati Menhub Minta Dibukanya Rute Terbang Aceh-Andaman
Tapi yang terjadi, saat pasokan gas tiba, pihak pangkalan terkesan seperti enggan menjual ke masyarakat.
Tapi stok itu justru diambil dengan becak dan dibawa ke tempat lain.
Oleh sebab itu, Samsul Bahri mengharapkan kepada dinas terkait agar melakukan pengawasan dan penertiban terhadap pangkalan gas di Kecamatan Simpang Mamplam dan sejumlah kecamatan lainnya di wilayah barat Bireuen.
“Sungguh sangat prihatin nasib kami orang kecil dipermainkan seperti ini. Sudah harganya sangat mahal, gas juga sulit diperoleh," terangnya.
Padahal, harga gas bersubsidi paling tinggi biasanya Rp 18 ribu pertabung.
"Kalau harga resminya malah Rp 16 ribu,” sebut sebut.
Baca: Blangko e-KTP Masih Kosong di Aceh Utara, Ini yang Dilakukan Disdukcapil