Pelecehan Seksual

Jaksa Telah Ekspos Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Pimpinan Pesantren di Kejati Aceh, Ini Hasilnya

Kejari Lhokseumawe telah mengekspos kasus dugaan pelecehan seksual yang menjerat oknum pimpinan Pasantren, An dan seorang guru mengaji di Kejati Aceh.

Jaksa Telah Ekspos Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Pimpinan Pesantren di Kejati Aceh, Ini Hasilnya
For Serambinews.com
Kasi Pidum Kejari Lhokseumawe, Fakhrillah

Laporan Saiful Bahri | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Pihak Kejaksaan Negeri Lhokseumawe telah mengekspos kasus dugaan pelecehan seksual yang menjerat oknum pimpinan Pasantren, An dan seorang guru mengaji di Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejati) di Banda Aceh.

Hal ini dilakukan guna memastikan penerapan hukum terhadap kasus ini, yakni apakah menggunakan qanun yang khusus berlaku di Aceh atau dengan Undang-undang Perlindungan Anak (UUPA).

Sebelumnya, oknum pimpinan Pasantren An (singkatan) di Kota Lhokseumawe beserta dengan seorang guru mengajinya (keduanya pria) kini ditahan di Polres Lhokseumawe.

Keduanya ditahan atas dugaan telah melakukan pelecehan seksual pada santri pria (sesama jenis) yang berumur antara 13- 14 tahun.

Ekses dari kejadian tersebut, Pasantren An pun kini pindah tempat.

Sebelumnya di kawasan Kecamatan Muara Dua, pindah ke Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe.

Baca: Ini Perkembangan Proses Hukum Terhadap 2 Tersangka Pelecehan Seksual di Pesantren An Lhokseumawe

Baca: Setelah Diterpa Kasus Pelecehan Seks, Jumlah Santri Pesantren An Berkurang Satu Lokal

Baca: Setelah Kasus Pelecehan, Santriwati Wajib Bercadar di Lingkungan Pesantren An Lhokseumawe

Aktifitas belajar mengajar di Pasantren An kini pun sudah berjalan normal kembali.

Sedangkan untuk proses hukum lanjutan terhadap kedua tersangka dalam kasus ini, penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe pada akhir Juli 2019 lalu telah menyerahkan kedua berkas tersangka ke Kejaksaan Negeri Lhokseumawe untuk diteliti.

Kajari Lhokseumawe M Ali Akbar, melalui Kasi Pidum Fakhrillah, menyebutkan, dalam tahapan meneliti berkas pada kasus ini, maka pada Jumat (9/8/2019) lalu pihaknya telah mengekspos perkara di Kejati di Banda Aceh.

Ekspos perkara tersebut dalam upaya memastikan penerapan hukum.

"Jadi hasil ekspos, sudah dipastikan kalau kedua tersangka tetap akan dijerat dengan qanun yang khusus berlakunya di Aceh," pungkasnya. (*)

Penulis: Saiful Bahri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved