Investasi

Di Balik Pembelian AAF Rp 624 miliar oleh PIM, Ternyata Ada Usaha Keras Tim 36, Begini Ceritanya

Ternyata dibalik pembelian pabrik dalam areal 230 hektare yang terdiri atas areal pabrik dan pelabuhan serta perumahan, ada usaha keras 36 tokoh masy

Di Balik Pembelian AAF Rp 624 miliar oleh PIM, Ternyata Ada Usaha Keras Tim 36, Begini Ceritanya
SERAMBINEWS.COM/JAFAR YUSUF
Silaturahmi anggota tim 36 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Pabrik Asean Aceh Fertilizer (AAF) sudah resmi menjadi milik PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) pada 31 Desember 2018 setelah mengeluarkan dana Rp 624 miliar.

Untuk diketahui pabrik AAF yang dimiliki oleh sejumlah negara ASEAN yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Singapura pailit pada September 2005 lalu, menyusul tidak adanya pasokan gas yang mengganggu keberlangsungan operasional AAF.

Setelah melalu proses panjang, akhirnya AAF menjadi milik PT PIM saat ini.

Ternyata dibalik pembelian pabrik dalam areal 230 hektare yang terdiri atas areal pabrik dan pelabuhan serta perumahan, ada usaha keras 36 tokoh masyarakat pada tahun 2010.

Baca: Dua Mahasiswa Teknik Unaya Ubah Sampah Plastik Jadi BBM

Baca: Warga Serahkan Siamang Asal Riau kepada BKSDA di Lhokseumawe

Baca: Peringatan Perdamaian Aceh Pada 15 Agustus, BRA akan Bagikan Sertifikat Tanah Untuk Eks Kombatan

Tokoh masyarakat Aceh Utara peduli terhadap industri di Aceh Utara pada 2010 menjumpai menteri dan DPR RI dengan dana pribadi.

Tokoh masyarakat saat itu memberi nama tim-36.

Sejumlah tokoh yang ikut ke Jakarta saat itu berdoa dan bernazar agar AFF tidak dijual kepada asing atau swasta.

Mereka berziarah ke Makam Pahlawan Nasional Aceh, Cut Nyak Dhien di Sumedang, Jawa Barat.

Lalu pada 23-27 Juli rombongan tim 36 tersebut berziarah ke makam pahlawan nasional Aceh tersebut untuk menunaikan nazarnya.

Halaman
12
Penulis: Jafaruddin
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved