Breaking News:

Mualem Minta Plt Gubernur Libatkan Dua Kadin ke India  

Dualisme Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Aceh diharapkan jangan sampai mengacaukan kerja sama Aceh-Andaman

DOK SERAMBINEWS.COM
Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Muzakir Manaf menanggapi pernyataan tentang Aceh sebagai provinsi garis keras yang disampaikan mantan ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD. 

BANDA ACEH - Dualisme Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Aceh diharapkan jangan sampai mengacaukan kerja sama Aceh-Andaman yang telah pernah disepakati sebelumnya. Oleh karena itu, Kadin Aceh yang diketuai Muzakir Manaf alias Mualem, meminta Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah agar melibatkan kedua Kadin dalam rencana kerja sama bisnis dengan Andaman, India.

Hal itu disampaikan Mualem kepada Serambi, Kamis (15/8), menanggapi rencana Plt Gubernur yang akan memerintahkan Kadin versi Makmur Budiman untuk memimpin road show ke India. “Bapak Plt Gubernur harus mengajak kedua Kadin dalam setiap agenda yang berhubungan dengan ekonomi, bisnis, dan perdagangan Aceh,” kata Mualem dalam pernyataan tertulisnya.

Mualem menjelaskan, kerja sama Aceh-Andaman Connectivity telah dirintis pihaknya sejak tahun 2018 bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kawasan Asia Pasifik-Afrika Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI.

Beberapa agenda juga sudah dijalankan, antara lain penandatanganan kerja sama antara Kadin Aceh dengan Andaman Chamber of Commerce and Industry (ACCI) dan United Economic Forum in Chennai. Selanjutnya menggagas kapal pionir, Malahayati-Port Blair, yang dilepas resmi oleh Wali Nanggroe. Kapal tersebut mengirimkan sampel material bangunan, makanan, furniture, dan sebagainya.

Kerja sama Kadin Aceh dan Kadin India yang difasilitasi BPPK itu diungkapkan Mualem, juga telah mendapat persetujuan dari Plt Gubernur Aceh, dan atas dasar itulah kemudian ditunjuk Taqwallah sebagai liaison officer atau penghubung. “Jadi kita heran ketika Plt Gubernur Aceh memerintahkan Kadin Indonesia cabang Aceh yang dipimpin saudara Makmur untuk memimpin road show ke India. Ini akan memperkeruh situasi di sektor dunia usaha,” pungkasnya.

Oleh karena itu, untuk mencegah situasi yang tidak menguntungkan tersebut, Plt Gubernur ia katakan harus mengajak kedua Kadin dalam setiap agenda yang berhubungan dengan ekonomi, bisnis dan perdagangan Aceh.

                                                                                                            Perakitan mobil

Selain melakukan kerja sama dalam penyediakan bahan bangunan, Mualem mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan finalisasi kerja sama dengan Mahindra Automotive untuk pembangunan perakitan mobil Mahindra di Sabang. Selain itu juga sedang melakukan persiapan ekspedisi kapal kedua, serta memfasilitasi pelaku usaha Aceh untuk mengikuti tender di Andaman.

“Jadi, kita perlu memberitahukan kalau upaya yang kita jalankan sudah melangkah jauh. Kita sampaikan ini agar jangan sampai semua kemajuan yang sudah kita capai itu jadi kacau,” tegas Mualem.

Karena itu ia menyarankan Pemerintah Aceh agar berkoordinasi dengan BPPK Kemenlu RI dan Kadin Aceh yang ia pimpin. “Kita dari Kadin Aceh juga telah menyerahkan penghargaan kepada Menteri Luar Negeri, Ibu Retno, atas kerja sama yang baik dengan kita dan masyarakat Aceh," ungkap Mualem.(mas)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved