Kamis, 9 April 2026

HIMAGA Gelar Diskusi Publik Soal Gayo, Ini Yang Dibahas

Himpunan Mahasiswa Gayo dan Alas (HIMAGA) Lhokseumawe, menggelar diskusi publik bertema Gayo masa dulu dan Gayo masa kini. Kegiatan diskusi itu...

Penulis: Mahyadi | Editor: Jalimin
SERAMBINEWS.COM/JALIMIN
Kerawang Gayo, bagian dari kekayaan khasanah budaya yang ditampilkan dalam Gayo Alas Mountain International Festival (GAMIFest) 2019. 

HIMAGA Gelar Diskusi Publik Soal Gayo, Ini Yang Dibahas

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Himpunan Mahasiswa Gayo dan Alas (HIMAGA) Lhokseumawe, menggelar diskusi publik bertema Gayo masa dulu dan Gayo masa kini. Kegiatan diskusi itu, diselenggarakan di Gedung Bale Pendari, Kota Takengon, Rabu (21/8/2019) yang dihadirin oleh Wakil Bupati, H Firdaus SKM.

 “Wajar saja, jika kita semua khawatir adat istiadat dan budaya Gayo terkikis karena waktu dan kemajuan teknologi informasi saat ini,” kata Firdaus ketika membuka acara diskusi publik tersebut.

Disebutkan Firdaus, mesti ada upaya untuk melestarikan adat istiadat dan budaya, agar tetap lestari dan tidak tergilas oleh kemajuan zaman.

“Kalau Pemrintah Aceh Tengah, memiliki komitmen yang tinggi untuk terus melestarikan adat dan budaya Gayo,” sebutnya. 

Festival Budaya Saman Gayo Lues Memperebutkan Hadiah Rp 73 Juta, Ini Nilai Rincian Hadiahnya

STAIN Meulaboh Perkenalkan Budaya Akademik ke Mahasiswa Baru

Perkara Dugaan Pencemaran Nama Baik Bupati Aceh Tengah Berlanjut, Ini Kasusnya

 Salah satu upaya, lanjutnya, adat dan budaya Gayo, telah dimasukan dalam kurikulum muatan lokal sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah mulai dari  tingkat SD, SLTP dan SMA sederajat.

“Inilah salah satu contoh, upaya agar adat dan budaya bisa tetap lestari,” lanjutnya

Selain itu, dalam dua tahun terakhir, penerapan adat juga telah dilaksanakan di sekolah seperti penyerahan siswa baru harus dilakukan secara adat.

 “Prosesi ini akan dilakukan secara bertahap untuk beberapa sekolah. Bahkan udah ada sejumlah sekolah yang sudah menerapkannya,” sebut Firdaus.

Adapu  narasumber dalam kegiatan diskusi publik Gayo masa dulu dan Gayo masa kini, diantaranya berasal dari Majelis Pendidikan Daerah (MPD) dan Majelis Adat Gayo (MAG). (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved