Selasa, 14 April 2026

Feature

Ketika Sampah Aceh Diubah Menjadi Barang Cantik, Dipasarkan Sampai ke Surabaya dan Makasar

Sedangkan sampah-sampah didapatkan dari masyarakat di berbagai kecamatan yang ada di Aceh Utara dan Lhokseumawe.

Penulis: Saiful Bahri | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/SAIFUL BAHRI
Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya melihat kotak tisu yang diolah dari sampah oleh pihak Bank Sampah Pelangi Shop. 

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Kodim 0103 Aceh menggelar pameran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Lapangan Sudirman Lhokseumawe, 20-22 Agustus 2019.

Pada pameran tersebut menampilkan berbagai produk unggulan dari UMKM yang ada di Aceh Utara dan Lhokseumawe.

Dari deretan stan pada pameran tersebut, terlihat sebuah stan yang di depannya ada tumpukan sejumlah sampah.

Seperti bekas gelas air meneral, tempurung kelapa, kardus, dan lainnya.

Sedangkan di atas meja, ada berbagai benda-benda yang menarik, seperti tempat tisu, tempat permen, tempat sirih dan lain-lain.

Ternyata semua barang-barang indah itu diolah dari berbagai sampah oleh Bank Sampah Pelangi Shop Aceh, yang berkantor pusatnya di Desa Meunasah Masjid, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe.

Sedangkan produk-produk dari daur ulang sampah tersebut kini sudah memiliki pasar di senjumlah kabupaten/kota di Provinsi Aceh seperti Lhokseumawe, Aceh Utara, Bireuen, Aceh Timur, dan Pidie Jaya.

Baca: Hari Ketiga Karantina, Ini Agenda Putra-putri Kebudayaan Aceh 2019 di Jakarta

Baca: VIDEO - Pembangunan Rumah untuk Putehdi Dimulai, Tak Ada Lagi Gubuk Reot

Baca: Pelataran Tawaf Makin Panjang

"Untuk luar Aceh, kita sudah pasarkan ke Surabaya dan Makasar," kata Direktur Bank Sampah Pelangi Shop Aceh, Mustafa Kamal.

Mustafa Kamal, menceritakan, pihaknya sudah mendaur sampah menjadi berbagai benda indah setahun lebih.

Sedangkan sampah-sampah didapatkan dari masyarakat di berbagai kecamatan yang ada di Aceh Utara dan Lhokseumawe.

Karena di sejumlah kecamatan tersebut, telah dibangun cabang untuk mengumpulkan sampah dari masyarakat.

Sistem pengumpulan sampah, bila ada masyarakat yang berminat, maka terlebih dulu mendaftarkan diri kepada pihaknya.

Setelah didata, maka kepada orang tersebut diberikan buku yang mirip buku tabungan bank.

Sehingga saat orang itu membawa sampah-sampah yang bisa didaur ulang, maka akan ditentukan harga sesuai dengan kesepakatan awal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved