Berita Bireuen

Petani di Peudada Butuh Jaringan Irigasi, Ribuan Hektar Sawah Masih Tadah Hujan

Saat ini, ribuan hektar sawah kekeringan sehingga tidak bisa digarap untuk menanam padi.

Petani di Peudada Butuh Jaringan Irigasi, Ribuan Hektar Sawah Masih Tadah Hujan
SERAMBINEWS.COM/ FERIZAL HASAN
Ribuan hektar sawah di Kecamatan Peudada, Bireuen, Aceh kekeringan, hingga kini masih tadah hujan. Foto diambil di Desa Pucok Alue, Peudada, Rabu (21/8/2019). 

Saat ini, ribuan hektar sawah kekeringan sehingga tidak bisa digarap untuk menanam padi.

Laporan Ferizal Hasan I Bireuen

 SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Ribuan hektar sawah di Kecamatan Peudada, Bireuen, Aceh, hingga kini masih tadah hujan. 

 Saat ini, ribuan hektar sawah kekeringan sehingga tidak bisa digarap untuk menanam padi.

 Para petani di kecamatan tersebut, kini sangat membutuhkan jaringan irigasi untuk mengairi air ke sawah.  

 "Sawah-sawah di desa kami saat ini belum bisa digarap, karena kekeringan, kami butuh air hujan untuk bercocok tanam, karena sawah kami masih tadah hujan," kata Mahdi, warga Pucok Alue Rheng, Peudada, kepada Serambinews.com, Rabu (21/8/2019).

Dikatakan Mahdi, selain kekeringan sawah di desanya saat ini sudah ditumbuhi ilalang dan gulma sejenis rerumputan dan tumbuhan lainnya. 

"Kami sangat butuh jaringan irigasi untuk mengairi air ke sawah," harapnya.

Baca: Rumah Rusak di Sungaimas Bertambah, Akibat Angin Puting Beliung

Hal senada juga dikatakan sejumlah petani lainnya yang mengeluhkan hal yang sama.

Sawah-sawah di bagian timur Kecamatan Peudada yang berbatasan dengan Kecamatan Jeumpa, saat ini terlantar. 

Halaman
12
Penulis: Ferizal Hasan
Editor: Nurul Hayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved