Berita Abdya

Anggota DPRK Abdya Ajukan Penangguhan Penahanan 3 Warga Adan, Para Ibu Bertahan di Luar Mapolres

Tiga warga itu merupakan keluarga kurang mampu dengan kewajiban menghidupi istri dan anak mulai 2-3 orang.

Anggota DPRK Abdya Ajukan Penangguhan Penahanan 3 Warga Adan, Para Ibu Bertahan di Luar Mapolres
SERAMBINEWS.COM/ ZAINUN YUSUF
Ratusan kaum ibu dari Desa Adan, Kecamatan Tangan-Tangan, Aceh Barat Daya (Abdya) berdelegasi ke Polres Abdya, Kamis (22/8/2019) siang. 

Tiga warga itu merupakan keluarga kurang mampu dengan kewajiban menghidupi istri dan anak mulai 2-3 orang.

Laporan Zainun Yusuf|Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE- Agusri Samhadi SHI, Anggota DPRK Aceh Barat Daya (Abdya), mengajukan permohonan penangguhan penahanan tiga warga Desa Adan, Kecamatan Tangan-Tangan yang ditahan polisi, setelah ditangkap membawa kayu olahan tanpa dokumen hasil illegal loging.

“Surat permohonan penangguhan penahanan tiga warga Adan tersebut sudah saya ajukan kepada Kapolres, dan saya siap sebagai penjamin,” kata Agus Samhadi, anggota dewan asal Tangan-Tangan kepada Serambinews.com, Kamis (22/8/2018) siang tadi. 

Baca: Gubernur Lukas Enembe Soal Jalan Trans Papua: Orang Papua tak Pernah Lewat Jalan yang Dibangun

Tiga warga Desa Adan yang ditangkap Tim Buser Polres Abdya, Rabu (21/8/2019) subuh di kawasan Kecamatan Susoh, karena membawa kayu olahan tanpa dokumen dengan dua becak mesin, yaitu  Agusman (27), Rahmadi (33), dan Marzuki alias Udoe Ki (35).

Agus Samhadi, anggota dewan dari Partai Golkar memutuskan mengajukan penangguhan penahanan terhadap tiga warga tersebut, dengan pertimbangan mereka tulang punggung keluarga.

Tiga warga itu merupakan keluarga kurang mampu dengan kewajiban  menghidupi istri dan anak mulai 2-3 orang.

“Kalau tiga warga itu ditahan, siapa yang memberi makan anak dan istri mereka. Malah, satu orang di antara tiga yang ditahan itu adalah warga miskin dan tempat tinggal pun di rumah sederhana milik orang lain,” kata Agus.

Surat permohonan penangguhan penahanan tersebut, menurut Agus sedang diproses di Satreskrim Polres Abdya.

Surat penangguhan penahanan terhadap tiga warga itu nantinya, selain ditandatangani Agusri Samhadi selaku penjamin, juga ditandatangani Keuchik Gampong Adan, Wahidi selaku mengetahui.   

Baca: Sebelum Berubah Jadi Papua, Irian Ternyata Akronim dari Kalimat Ini! Ini Pencetusnya

Masih bertahan di luar Mapolres

Amatan Serambinews.com, setelah mendapat penjelasan bahwa tiga warga itu bisa dipertimbangkan penangguhan tahanan, maka ratusan ibu-ibu bergerak ke luar dari Kompleks Mapolres.  

Namun dari ratusan ibu-ibu yang berdelegasi ke Polres Abdya, sebagian masih bertahan di pinggir jalan di luar Mapolres Abdya sampai pukul 15.20 WIB, tadi.

"Kami tak pulang sebelum tiga saudara kami dilepas," kata Ny Sur, warga Desa Adan.

Keterangan diperoleh Serambinews.com Keuchik Gampong Adan, Wahidi dan Anggota DPRK Abdya, Agusri  Samhadi, masih berada di Mapolres Abdya untuk proses surat penangguhan penahanan tiga warga tersebut. (*)

Baca: Ratusan Ibu-ibu Dari Adan, Tangan-Tangan Geruduk Polres Abdya, Minta Suaminya Dipulangkan

Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Nurul Hayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved