Berita Abdya

Kapolres Abdya Kabulkan Permintaan Kaum Ibu Desa Adan, 3 Warga yang Ditangkap Dikembalikan Bersyarat

“Kapolres sudah mengabulkan permintaan warga, tiga warga Adan yang ditangkap sudah diperbolehkan pulang sore ini, tapi dikenakan wajib lapor dua,"

Kapolres Abdya Kabulkan Permintaan Kaum Ibu Desa Adan, 3 Warga yang Ditangkap Dikembalikan Bersyarat
SERAMBINEWS.COM/ ZAINUN YUSUF
Ratusan kaum ibu dari Desa Adan, Kecamatan Tangan-Tangan, Aceh Barat Daya (Abdya) berdelegasi ke Polres Abdya, Kamis (22/8/2019) siang. 

“Kapolres sudah mengabulkan permintaan warga, tiga warga Adan yang ditangkap sudah diperbolehkan pulang sore ini, tapi dikenakan wajib lapor dua kali seminggu,” kata Kapolres Abdya, AKBP Moh Basori SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu Zulfitriadi SH dihubungi Serambinews.com, Kamis (22/8/2019) sore.

Laporan Zainun Yusuf|Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE - Kapolres Aceh Barat Daya (Abdya), akhirnya mengabulkan permintaan warga Desa Adan, Kecamatan Tangan-Tangan agar tidak dilakukan penahanan, terhadap tiga warga yang ditangkap karena membawa kayu olahan hasil illegal loging.

“Kapolres sudah mengabulkan permintaan warga, tiga warga Adan yang ditangkap sudah diperbolehkan pulang sore ini, tapi dikenakan wajib lapor dua kali seminggu,” kata Kapolres Abdya, AKBP Moh Basori SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu Zulfitriadi SH dihubungi Serambinews.com, Kamis (22/8/2019) sore.

Baca: Bupati Gayo Lues Tutup Festival Budaya Saman, Ini Pemenangnya

Tiga warga Desa Adan yang ditangkap Rabu subuh itu, menurut Kasat Reskrim belum dilakukan penanahan, melainkan sedang menjalani pemeriksaan terhadap kasus dugaan kayu hasil illegal loging (hasil tebangan liar) atau kayu tanpa dokumen.

Iptu Zulfitriadi menjelaskan, permohonan agar tidak dilakukan penahanan dikabulkan Kapolres Abdya karena menjadi hak warga, tapi harus dengan jaminan.

Surat permohonan agar tiga warga itu tidak ditahan,  diteken oleh tujuh orang penjamin, yaitu Anggota DPRK, Agusri Samhadi SHI, Keuchik Gampong Adan, Wahidi, serta lima anggota keluarga dari tiga warga Adan.

Meskipun tidak dilakukan penahanan, menurut Kasat Reskrim Iptu Zulfitriadi, proses hukum terhadap tiga warga Desa Adan, itu terus berlanjut.

Karenanya, kepada tiga warga Desa Adan (Agusman, Rahmadi, dan Marzuki alias Udoe Ki), dikenakaan wajib lapor dua kali dalam seminggu.

Baca: Gelombang Tinggi Landa Laut Aceh Jaya, Diduga Jadi Penyebab Boat Tenggelam

Setelah permohonan tidak ditahan dikabulkan Kapolres Abdya, maka tiga warga yang ditangkap Rabu (21/8/2019) subuh itu, sudah diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.

Mereka meninggalkan Mapolres Abdya, Kamis (22/8/2019) sore sekitar pukul 16.15 WIB.

“Alhamdulillah, permohonan agar tak dilakukan penahanan sudah dikabulkan Kapolres. Tiga warga sudah pulang ke rumah masing-masing,” kata Agusri Samhadi kepada Serambinews.com.

Anggota Dewan asal Tangan-Tangan ini, menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Abdya atas pertimbangan yang diberikan, sehingga tidak menahan tiga warga kurang mampu dari Desa Adan.

Amatan Serambinews.com, seiring dikabulkan permohonan tidak dilakukan penahanan terhadap tiga warga yang ditangkap, ratusan kaum ibu-ibu yang berdelegasi ke Polres Abdya sejak Kamis siang tadi, juga telah meninggalkan lokasi sekitar Mapolres Abdya di Kompleks Perkantor Pemkab Abdya di Desa Mata Ie/ Keude Paya, Blangpidie.  (*)

Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Nurul Hayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved