Dana Miskin Rp 1,3 Triliun, Nova Perintahkan Penyaluran dalam 9 Hari

Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT telah memerintahkan kepada semua Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) untuk fokus pelaksanaan program

Dana Miskin Rp 1,3 Triliun, Nova Perintahkan Penyaluran dalam 9 Hari
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah 

BANDA ACEH - Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT telah memerintahkan kepada semua Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) untuk fokus pelaksanaan program yang bisa menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran pada bulan ini. Hasil catatan dari Unit Percepatan dan Pengendalian Kegiatan (P2K) APBA 2019 Setda Aceh, anggaran untuk penurunan angka kemiskinan dan pengangguran yang bisa dilaksanakan kegiatannya pada bulan ini bersumber dari APBA dan APBN totalnya mencapai Rp 1,3 triliun.

" Untuk pelaksanaan kegiatan dan penyalurannya, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah memberikan waktu kepada semua SKPA  selama 9 hari, mulai tanggal  22 hingga- 31 Agustus 2019," kata Kepala Unit P2K APBA Setda Aceh, T Ahmad Dadek yang juga Kepala Pelaksana (Kalak) BPBA kepada Serambi di ruang kerja Unit P2K, Kantor Gubernur, Kamis (22/8).

Plt Gubernur Aceh, jelas Ahmad Dedek, sangat tidak mengiginkan saat sensus penduduk nanti, Aceh masih tercatat sebagai daerah yang persentase penduduk miskinnya terbanyak di Sumatera. Karena itu, beber dia, dalam rapat pimpinan (rapim) evaluasi pelaksanaan kinerja APBA 2019, Nova meminta semua SKPA untuk melakukan pendataan kegiatan program yang bertujuan bisa menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran.

“Hasil pendataan yang kami lakukan, paling banyak sumber dana untuk penurunan angka kemiskinan dan pengangguran adalah pada pos dana desa. Menurut catatan, ada Rp 701 miliar dana APBN yang akan digunakan untuk pembangunan masyarakat desa, di mana Rp 692,37 miliar dana desa tahap II ini akan disalurkan pada bulan ini,” ujarnya.

Selain dari sumber APBN, lanjut dia, masih ada dari sumber APBA senilai Rp 329,9 miliar. Dari jumlah tersebut, rincinya, paling banyak di Dinas Pendidikan mencapai Rp 100,41 miliar dan Dinas Pengairan sebesar Rp 36,84 miliar untuk program rehabilitasi, pemeliharaan, dan pembangunan jaringan irigasi ke persawahan.

“Kita sangat optimis, jika dana miskin senilai Rp 1,3 triliun yang ada pada pos anggaran APBA dan APBN itu bisa tersalur 100 persen pada akhir bulan ini, bisa menurunkan angka kemiskinan Aceh di bawah 15 persen dan pengangguran di bawah 6 persen,” tukas dia.

Lebih lanjut, Kepala Unit P2K APBA Setda Aceh, T Ahmad Dadek mengungkapkan, Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT menargetkan,angka kemiskinan di Aceh pada pada akhir tahun 2019 nanti, bisa menjadi Rp 14 persen, turun dari sebelumnya 15,50 persen. Hanya saja, papar T Ahmad Dadek yang juga menjabat Kalak BPBA ini, Plt Gubernur menekankan bahwa penurunan angka kemiskinan yang besar itu sangat ditentukan oleh kinerja dari semua SKPA. “Jika mereka bekerja keras dan ikhlas mengabdi untuk kesejahteraan rakyat Aceh, menurut Pak Plt Gubernur, itu akan membuat angka kemiskinan bisa turun lebih besar lagi,” ulasnya.

Di sisi lain, Ahmad Dadek menerangkan, jika dalam pelaksanaan RAPBA Perubahan 2019 yang sedang dalam pembahasan bersama dengan DPRA bisa dituntaskan pada bulan September mendatang, maka alokasi anggaran untuk pemberdayaan masyarakat miskin bakal bertambah banyak.

Terkait daya serap keuangan APBA 2019, Ahmad Dadek menyebutkan, sampai posisi 22 Agustus 2019, sudah mencapai sebesar 35,9 persen dan realisasi fisik 42 persen. Sementara paket proyek APBA yang realisasinya sudah di atas 95 persen sebanyak 73 paket, di bawah 94 persen 462 paket, dan yang belum serah dokumen tinggal 19 paket lagi. Total paket proyek APBA 2019 yang dilelang sebanyak 1.248 paket, di antaranya paket konstruksi 587 paket dan nonkontruksi 661 paket, dengan nilai sekitar Rp 3,090 triliun.(her)  

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved