Perlindungan Satwa

Hewan Dilindungi Ini Sering Dipelihara Warga Aceh, Ingat! Anda Bisa Dipenjara Sampai Lima Tahun

Hal ini akibat kesukaan terhadap binatang tersebut, tapi kurang paham terhadap ancaman pidana ataupun kesehatan.

Hewan Dilindungi Ini Sering Dipelihara Warga Aceh, Ingat! Anda Bisa Dipenjara Sampai Lima Tahun
For Serambinews.com
Siamang yang diserahkan warga Lhokseumawe ke Kantor Seksi Konservasi Wilayah I Lhokseumawe. 

Laporan Saiful Bahri | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE -  Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Lhokseumawe BKSDA Aceh, Kamaruzzaman SHut, menyebutkan ada beberapa jenis binatang yang dilindungi kerap dipelihara oleh masyarakat Aceh.

Hal ini akibat kesukaan terhadap binatang tersebut, tapi kurang paham terhadap ancaman pidana ataupun kesehatan.

Menurut Kamaruzzan, berdasarkan pengalaman pihaknya, binatang yang dilindungi dan kerap dipelihara oleh masyarakat, seperti Orangutan, siamang, Elang Jawa, dan lainnya.

Sehingga bila pihaknya mengetahui adanya warga yang memelihara binatang yang dilindungi tersebut, maka langsung melakukan pendekatan, supaya binatang tersebut bisa diserahkan ke pihaknya.

Baca: VIDEO - Lima Warga Jadi Tersangka Kasus Jual Beli Satwa Dilindungi di Meulaboh

Baca: BKSDA Aceh Sita Sejumlah Satwa Dilindungi dari Warga Pegasing, Ada Kukang, Kucing Hutan dan Siamang

Baca: Polisi Sita 3.000 Ekor Hewan Dilindungi

"Selama ini semua binatang itu bisa diambil dari masyarakat dengan upaya persuasif. Karena saat petugas datang ke lokasi, langsung memberi pengertian terkait ancaman pidana dan juga resiko penyakit. Sepeti orang utan, genetiknya hampir sama dengan manusia, sehingga sangat mudah menularkan penyakit," paparnya.

Sehingga pada kesempatan ini, dia kembali mengimbau, bila merasa masih memelihara hewan yang dilindungi, agar bisa segera diserahkan ke pihaknya. Karena bila memelihara hewan dilindungi akan bisa dipidana.

Sesuai dengan Pasal 21 ayat (2) huruf B jo Pasal 40 ayat (2), maka bisa terancam hukuman penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta. (*)

Penulis: Saiful Bahri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved