Minggu, 10 Mei 2026

Oknum Polisi yang Beri 2 Kardus Miras ke Mahasiswa Papua Dinonaktifkan dari Jabatannya

Anggota Polri yang diduga memberikan minuman keras ke mahasiswa Papua di Bandung, dinonaktifkan dari jabatannya.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Dokumentasi Himpunan Mahasiswa Papua
Para mahasiswa asal Papua saat menyerahkan kiriman minuman keras dari oknum polisi dalam aksi solidaritas di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kamis (22/8/2019). (Dokumentasi Himpunan Mahasiswa Papua) 

"Artinya di Jabar, warga Jabar dan Papua guyub, kita bersatu tidak ada persoalan apapun," ucap dia.

Sementara itu, Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Irman Sugema membenarkan jika anggota tersebut merupakan anggota Polrestabes Bandung yang berdinas di Mapolsek Sukajadi.

"Bu Sarche anggota kami Polrestabes Bandung, sebagai salah satu yang bertugas di Polsek Sukajadi dan saat ini yang bersangkutan sebagai terperiksa untuk diperiksa di Bid Propam Polda Jabar terkait dengan dugaan adanya pemberian minuman ke asrama mahasiswa Papua," ujar dia.

Irman mengatakan, pihaknya akan menindak lanjuti hasil dari pemeriksaan yang dilakukan Bid Propam Polda Jabar.

Untuk kemudahan pemeriksaan, untuk sementara anggotanya tersebut akan dibebas tugaskan.

"Untuk kemudahan pemeriksaan yang bersangkutan mengikuti pemeriksaan di Bid Propam, maka kami akan bebas tugaskan sementara," ujar dia.

 Sebelumnya diberitakan, himpunan mahasiswa Papua di Bandung mengecam sikap oknum polisi di Kota Bandung yang mengirimkan dua kardus minuman keras, Kamis (22/8/2019) kemarin.

Miles, salah seorang mahasiswa asal Papua, menuturkan, kronologi bermula sewaktu ia tengah menyiapkan kebutuhan konsumsi bersama beberapa rekannya di Asrama Papua, Jalan Cilaki, Kota Bandung, Kamis (22/9/2019) siang.

Saat itu, kata Miles, ia tengah memasak untuk teman-temannya yang tengah melakukan aksi solidaritas di Gedung Sate, Jalan Diponegoro.

Sekitar pukul 13.00 WIB, ada seorang polisi wanita berseragam lengkap ditemani rekannya seorang pria berpakaian sipil.

Mereka datang dengan membawa sejumlah bahan makanan dan dua dus berwarna cokelat yang belakangan diketahui berisi minuman keras merek Topi Koboi berkadar alkohol 19 persen.

"Jam 13.22 WIB datang ibu Christi dan ada (rekannya) yang mengenakan pakian biasa mungkin anak buahnya".

"Mereka bawa miras dua karton ke asrama laki-laki di taruh ke dalam".

"Bu Christi bilang ini kalian punya minum untuk malam, jangan kasih tahu siapa pun," ujar Miles, saat dihubungi, Jumat (23/8/2019).

Mendapat kiriman itu, Miles mengaku tersinggung dan segera melaporkan hal tersebut ke rekan-rekannya yang tengah menggelar aksi di Gedung Sate.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved