Citizen Reporter

Saudagar Aceh di Malaysia Minta Pemprov Buka Outlet Promosi di KLIA

Hubungan dagang dan pelancongan antara Aceh dan Malaya yang sempat meredup itu harus bersama-sama kita hidupkan lagi.

Saudagar Aceh di Malaysia Minta Pemprov Buka Outlet Promosi di KLIA
SERAMBINEWS.COM/Hand Over
Kasubdid Ekonomi dan Investasi Bappeda Aceh, Aswar Ramli Paya (tengah), bersama rekannya Sayid Hayuzar (kiri), berkunjung ke tempat usaha saudagar Aceh Jafar Insya (kanan) di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (22/8/2019). 

Hasan Basri M Nur, Tenaga Ahli Bappeda Aceh Bidang Publikasi Melaporkan dari Kuala Lumpur Malaysia

KERAJAAN Malaysia adalah mitra strategis bagi kemajuan Aceh dalam menghidupkan sektor perdagangan dan pariwisata.

Kegiatan saling berkunjung dan berniaga antara Aceh dan Malaysia sudah berlangsung sejak berabad-abad lalu.

Hal ini terbukti dari sejumlah jejak yang ditinggalkan para saudagar Aceh di Malaysia.

Kampung Acheh di Yan Kedah, Kampung Sungai Acheh dan Pantai Acheh di Penang, adalah di antara bukti pengaruh orang-orang Aceh di Malaysia.

Masih di Penang, juga terdapat Lebuh (jalan) Acheh dan Masjid Acheh.

Rumah Sakit Lam Wah Ee di Pulau Pinang juga memahat bukti kedermawanan para saudagar Aceh.

Atjeh Traders Association (asosiasi pedagang Aceh) di Pulau Pinang menyumbang RM 510.000 (sekitar Rp 1,7 miliar) untuk pembangunan kembali rumah sakit Lam Wah Ee, puluhan tahun yang lalu.

Sayangnya, kegiatan saling berkunjung dan berniaga antara Aceh dan Malaysia kini mulai meredup.

Memang, saat ini ada ratusan ribu pedagang Aceh yang bekerja dan membuka usaha di Malaysia.

Halaman
123
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved