Berita Nagan Raya

Cegah Pendangkalan Akidah, MPU Aceh Perkuat Peran Ulama dalam Pembangunan Daerah

MPU) Aceh, Senin (26/8/2019) melaksanakan kegiatan eksistensi peran ulama dalam pembangunan daerah yang berlangsung di Hotel Grand Nagan,

Cegah Pendangkalan Akidah, MPU Aceh Perkuat Peran Ulama dalam Pembangunan Daerah
SERAMBINEWS.COM/EDDY FITRIADY
Ketua MPU Aceh, Prof Dr Tgk H Muslim Ibrahim MA 

Laporan Sa’dul Bahri | Nagan Raya 

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Senin (26/8/2019) melaksanakan kegiatan eksistensi peran ulama dalam pembangunan daerah yang berlangsung di Hotel Grand Nagan, di Simpang Peut, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya.  

Peran ulama dalam pembangunan yang tersebut merupakan pembangunan mental spritual yang dinilai sangat penting bagi setiap manusia atau individu, hal itu sebagai upaya mencegah terjadinya pendangkalan aqidah, alirasa sesat dan pemurtadan.

Kegiatan tersebut dikuti sekitar 95 orang peserta yang terdiri dari unsur ulama, umara, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan para anggota MPU Nagan Raya, dan kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Nagan Ra M Jamin Idham.

“Pembangunan mental spiritual merupakan awal dari segala macam pembangunan. Tidak ada makna sama sekali pembangunan bidang lain yang super sukses sekalipun tanpa didahulukan oleh pembangunan jiwa manusia," jelas Dr Syukri Bin Muhammad Yusuf penitia pelaksana kegiatan eksistensi peran ulama dalam pembangunan daerah, Senin (26/8/2019) di hotel Grand Nagan.

Disebutkan, bahwa ada beberapa hal yang sangat mengkhawatirkan dalam pembangunan keagamaan yang sering terjadi di Aceh belakangan ini, seperti adanya upaya pemurtadan, pendangkalan aqidah dan penyebaran aliran sesat.

Baca: Pria Ini Ngaku Titisan Nyi Roro Kidul, Bisa Ubah Beras Jadi Emas 1 Kg, Ini Terjadi Setelah 41 Hari

Baca: Lolos ke Babak 12 Besar Liga-3, PSLS Lhokseumawe Hanya Miliki Waktu Tiga Hari Latihan, Ini Sebabnya

Baca: Harga Emas Melesat, Berikut Harga Lengkapnya Hari Ini

Baca: Pegiat Kehutanan Yakin Kayu Bajakah Kalimantan Sejenis dengan Subulussalam, Ini Alasannya

Terkait hal itu, maka harus harus bekerja keras dan bekerjasama dengan melibatkan komponen masyarakat untuk mengawasi, membentengi dan membimbing umat Islam di Aceh.

Menurutnya, persoalan tersebut dapat dimulai dari pembangunan aqidah keluarga, generasi muda dan masyarakat dari ancaman dan pengaruh serta aksi pendangkalan aqidah, pemurtadan, penyebaran aliran sesat dan aliran sempalan di provinsi Aceh.

Sebelumnya Haris SHI selaku penanggung jawab acara melaporkan bahwa, kegiatan eksistensi peran ulama ini dihadiri oleh 95 orang peserta dari Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Barat, dimana peserta tersebut terdiri dari unsur ulama, umara, tokoh masyarakat, ormas, aparatur pemerintah dan tokoh agama.

Bentuk kegiatan yaitu penyampaian makalah oleh narasumber dan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab.

Adapun para Nara sumber yang memaparkan materi pada acara yang berlangsung selama satu hari itu masing-masing Tgk H Faisal Ali Wakil Ketua MPU Aceh, Muhammad Junaidi Anggota BKH MPU Aceh, dan Bupati Nagan Raya M Jamin Idham. (*)

Penulis: Sa'dul Bahri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved