Minggu, 12 April 2026

Migas

Pengamat Migas Ridwan Nyak Baik: Belum Ada Survei Baru Migas Aceh

Ridwan Nyak Baik yang lama berkarier di Pertamina dalam pertemuan itu juga menyatakan protes terhadap penamaan Blok Andaman yang berada di laut Indone

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Ridwan Nyak Baik (kiri) saat menyampaikan buah pikiran dalam diskusi Forum Aceh Meusapat (FAM) di Jakarta 

Laporan Fikar W Eda I Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Migas Ridwan Nyak Baik mengatakan sejak 30 tahun terakhir tidak ada survei baru potensi migas Aceh.

"Ibaratnya, lahan migas Aceh itu seperti hutan yang masih perawan. Belum ada survei baru. Apa yang ada sekarang di Aceh adalah hasil survei lama. Yang baru belum ada," kata Ridwan Nyak Baik saat berbicara dalam curah pikiran Forum Aceh Meusapat (FAM) di Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Diskusi terbatas yang dipandu TA Rahman Alba itu, dihadiri praktisi pertambangan Said Aziz, akademisi TB Massa Djafar, Maulidza Oemar, pensiunan militer Mayjen Purn Amiruddin, birokrat Dharma Ali Hasjmy, tokoh masyarakat Ayah Muchtar dan lain-lain.

Ridwan Nyak Baik, yang ikut menggodok terbentuknya Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) mengatakan, dibutuhkan survei baru untuk mengetahui potensi lahan Migas Aceh.

Baca: Kesal Utang Tak Kunjung Dibayar, Pria ini Nekat Tagih Pakai Karangan Bunga di Pernikahan Pengutang

Baca: Cabjari Bakongan Musnahkan Barang Bukti yang Sudah Inkracht

Baca: Siswa Langsa Ini Sabet Dua Medali Dalam Cabang Renang di O2SN

Ia memberi dukungan penuh terhadap pengelolaan Migas Aceh, karena salah satu sumber penggerak ekonomi yang paling cepat menghasilkan uang.

Ridwan Nyak Baik yang lama berkarier di Pertamina dalam pertemuan itu juga menyatakan protes terhadap penamaan Blok Andaman yang berada di laut Indonesia.

"Blok Andaman I, Andaman I, Andaman III seluruhnya berada dekat dengan Aceh. Tapi kenapa namanya harus menggunakan nama asing. Kenapa tidak dinamakan dengan nama lokal saja?" tukas Ridwan Nyak Baik.

Ia mengaku sedang menyiapkan satu artikel khusus menyikapi penamaan Blok Andaman tersebut.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved