Jumat, 1 Mei 2026

Proses Belajar Terhenti Tiga Jam, Jalan ke Sekolah Diblokir

Proses belajar mengajar (PBM) di SMP Negeri 4 Citra Bangsa dan SMAN 3 Citra Bangsa, Tanah Jambo Aye, Aceh Utara

Tayang:
Editor: bakri
SERAMBI/JAFARUDDIN
Warga Desa Rawang Itek, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara memblokir jalan sehingga tak bisa dilintasi warga, dan anak sekolah. Foto direkam Selasa (27/8/2019) 

LHOKSUKON – Proses belajar mengajar (PBM) di SMP Negeri 4 Citra Bangsa dan SMAN 3 Citra Bangsa, Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Selasa (27/8) pagi sempat terhenti selama tiga jam lebih. Karena, jalan di Desa Rawang Itek yang menghubungkan sekolah dengan jalan nasional diblokir warga, sehingga siswa tak bisa melintasinya.

Informasi yang diperoleh Serambi, jalan tersebut mulai diblokir puluhan warga pada Selasa (27/8) sekira pukul 00.30 WIB dengan menggunakan kayu yang diletakan merintangi jalan. Lalu, warga memasang seng pada kayu itu, sehingga akses jalan menuju sekolah tertutup. Jalan tersebut juga sebagai penghubung ke Kemukiman Jambo Aye Barat dengan lintas nasional.

Warga juga menempelkan karton di kayu yang dirintangi untuk memblokir jalan tersebut dengan kalimat-kalimat kritikan. Antara lain ‘Selamat datang di jalan belum merdeka’, Negeri kita sudah merdeka, tapi bagi kami tidak pernah merasakan merdeka itu,” Kon Janji yang meumat, tapi bukti yang kamo lake’ Stop, debu membunuhmu’. Serta sejumlah kalimat kritikan lainnya.

Aksi pemblokiran jalan oleh warga sebagai bentuk protes terhadap pemerintah. Karena, sepanjang 800 meter jalan tersebut berlumpur dan tergenang air ketika musim hujan. Sementara berdebu ketika musim kemarau tiba. Padahal, selama ini jalan tersebut menjadi akses utama bagi sebagian warga di kawasan itu.

Namun, pemblokiran jalan baru dibuka setelah 11 jam diblokir yaitu sekira pukul 10.50 WIB oleh warga, dan polisi. Hal itu setelah adanya kesepakatan warga dengan Ketua DPRK Aceh Utara, Ismail A Jalil SE dan unsur muspika. Ismail A Jalil didampingi Wakil Ketua DPRK Aceh Utara, Mulyadi CH berjanji, jalan ini akan dibangun pada 2020.

“Proses belajar mengajar terhenti dari pukul 07.30 sampai pukul 11.00 WIB. Karena, blokir jalan tersebut baru dibuka pukul 10.50 WIB,” ungkap Kepala SMAN 3 Citra Bangsa, Drs Jailani MPd kepada Serambi, kemarin pagi. Siswa tertahan di kawasan itu sekira pukul 07.15 WIB karena bisa melintasi jalan tersebut.

Sementara Kaur Umum Rawang Itek, Sofyan kepada Serambi menyebutkan,  sebelumnya warga sudah pernah menyampaikan kepada aparat desa akan memblokir jalan jika tak kunjung dibangun. “Kami sudah berupaya membendungnya, tapi warga tak sabar lagi karena sudah lama kondisi seperti ini,” kata Sofyan.

Warga Tanah Jambo Aye, Abdul Rafar menyebutkan, penduduk di kawasan itu sudah dua kali melakukan aksi protes supaya jalan tersebut dibangun. Sebab, karena ini banyak dilintasi warga dan siswa. “Padahal dulu sudah dijanjikan akan dibangun, tapi karena tak kunjung dibangun, sehingga warga kembali memblokirnya,” lapor Abdul Rafar.

Ketua DPRK Aceh Utara, Ismail A Jalil kepada Serambi menyebutkan, memang benar sebelumnya jalan tersebut sudah pernah diblokir karena belum dibangun. Kali ini, tuntutannya juga sama yakni warga meminta supaya jalan tersebut diaspal. Padahal,  hanya sekitar 800 meter yang belum beraspal. Sedangkan sisanya sudah dibangun beberapa tahun lalu.

“Tadi, setelah mendapat informasi tersebut, saya langsung ke lokasi untuk menampung aspirasi warga. Turut hadir muspika dan juga dari Polres Aceh Utara. Tadi saya sudah meneken pernjanjian, jalan tersebut akan ditangani pada 2020. Setelah itu, blokir jalan dibuka, sehingga sekarang sudah normal kembali,” ungkap Ismail A Jalil.(jaf)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved