Breaking News:

Camat Blang Mangat Keluarkan Surat Berbahasa Aceh  

Pemerintah Kota Lhokseumawe mulai memberlakukan edaran terkait wajib berbahasa Aceh di kantor dan lingkungan sekolah

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/ SAIFUL BAHRI
Surat perdana berbahasa Aceh yang dikeluarkan Camat Blang Mangat, Lhokseumawe. 

LHOKSEUMAWE -  Pemerintah Kota Lhokseumawe mulai memberlakukan edaran terkait wajib berbahasa Aceh di kantor dan lingkungan sekolah pada Jumat (30/8). Edaran tersebut juga mengatur soal surat-menyurat yang bersifat internal juga harus menggunakan bahasa Aceh.

Mendukung edaran itu, kalangan pemerintahan di Kota Lhokseumawe mulai mengeluarkan surat berbahasa Aceh yang khusus bersifat internal. Seperti surat yang dikeluarkan Camat Blang Mangat, Ridha Fahmi, menggunakan bahasa Aceh. "Ini merupakan surat perdana yang saya keluarkan berbahasa Aceh," ujarnya.

Surat yang bertulis berbahasa Aceh tersebut ditujukan kepada para imum mukim dan keuchik. Surat itu bertujuan untuk meminta masyarakat di Blang Mangat agar mendukung edaran wali kota terkait penggunaan Bahasa Aceh.

Sebelumnya, isi edaran Wali Kota Lhokseumawe nomor 050/33 yang sudah disebarkan kepada seluruh jajaran di Kota Lhokseumawe yaitu untuk membudayakan pengunaan bahasa Aceh yang merupakan unsur utama kebudayaan daerah. Menggunakan bahasa Aceh dengan lisan dan tulisan terhadap surat menyurat yang sifatnya internal pada setiap hari Jumat.

Lalu, menggunakan bahasa Aceh pada kegiatan belajar-mengajar, pendidikan bahasa, sastra, dan budaya Aceh, bagi peserta didik di setiap jenjang dan satuan pendidikan formal dan pendidikan non formal

Terakhir, bagi aparatur pemerintah daerah, pimpinan dan anggota DPRK, para keuchik, imum mukim, serta perangkat desa, pendidik dan peserta didik yang selain bahasa ibunya bahasa Aceh, maka diharapkan agar dapat menyesuaikan.

Amatan Serambi di Kantor Wali Kota Lhokseumawe, kemarin, terdengar beberapa pegawai berbicara menggunakan bahasa Aceh, yang kebetulan memang bahasa ibu mereka. Serambi sempat menegur dengan bahasa Indonesia, namun secara spontan seorang dari mereka menyanggah. "Peugah haba uroe nyoe wajeb bahasa Aceh (Berbicara hari ini wajib dengan bahasa Aceh)," ujar pria tersebut.(bah)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved