Kisah Horor KKN di Desa Penari, Viral di Medsos hingga Dijadikan Sebuah Novel

Kisah yang menceritakan sosok Ayu, Nur, Widya, Wahyu, Bima, dan Anton tersebut memang membuat bulu kuduk bergidik.

Kisah Horor KKN di Desa Penari, Viral di Medsos hingga Dijadikan Sebuah Novel
Screen shoot KKN di Desa Penari
Screen shoot KKN di Desa Penari (Screen shoot KKN di Desa Penari) 

SERAMBINEWS.COM - Kisah horor KKN di Desa Penari yang beredar luas di media sosial, terutama Twitter menyedot perhatian publik dalam sepekan terakhir.

Kisah yang menceritakan sosok Ayu, Nur, Widya, Wahyu, Bima, dan Anton tersebut memang membuat bulu kuduk bergidik.

Bahkan, imajinasi membaca cerita horor seperti KKN di Desa Penari ini tak jarang membuat pembacanya terbayang-bayang dan merasa takut.

Apa sebenarnya yang terjadi?

Psikolog Dr Rose Mini Agoes Salim menjelaskan, cerita horor yang biasanya menampilkan hal berbeda di luar kebiasaan manusia menimbulkan rasa penasaran dan membuat cerita horor banyak diminati.

Terlebih, cerita diangkat dari tempat-tempat yang diketahui orang, membuatnya semakin tambah diminati.

Setelah membaca merasa takut, wajar?

Rose Mini menuturkan, perasaan takut setelah membaca cerita horor merupakan suatu hal yang wajar.

Kemampuan visual spasial intelegensi, imbuhnya membuat seseorang akan membayangkan sesuatu yang menakutkan atau menyeramkan terhadap apa yang dibacanya.

Hal ini pula yang menyebabkan rasa takut atau was-was kepada sesuatu di mana awalnya biasa.

Halaman
1234
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved